BANYUMAS BARAT, (05/11/2026) | Guna menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dan ekosistem pesisir sejak usia sekolah, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menyelenggarakan kegiatan pendampingan edukasi dan pengenalan hutan mangrove. Kegiatan edukatif ini diikuti puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Karang Talun 05 Cilacap Utara dan berlangsung di kawasan Wisata Hutan Hayau, Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara.
Dalam pelaksanaannya, Administratur/KKPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi, yang didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tritih, Warman. Kegiatan ini juga didukung oleh jajaran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Purwa Lestari, Polisi Teritorial (Polter) Tritih, serta perwakilan sekolah yang dipimpin oleh Ibu Laksmi bersama tiga orang guru pendamping.
Administratur KPH Banyumas Barat melalui Kepala BKPH Rawa Timur, Kusnadi, menyampaikan bahwa pengenalan ekosistem mangrove kepada generasi muda merupakan langkah investasi lingkungan yang sangat strategis. Hutan payau memiliki fungsi penting dalam mencegah abrasi pantai, menahan intrusi air laut, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi antusiasme adik-adik SD Karang Talun 05 Cilacap Utara beserta para guru. Edukasi di alam terbuka seperti di Wisata Hutan Hayau ini memberikan pengalaman langsung bagi siswa untuk melihat, menyentuh, dan memahami pentingnya menjaga pohon mangrove. Kami berharap, melalui edukasi ini, tumbuh kesadaran kolektif sejak dini untuk menjaga kelestarian hutan demi masa depan bumi,” ujar Kusnadi di sela-sela kegiatan.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak menyusuri kawasan hutan payau sembari mendengarkan penjelasan dari petugas Perhutani dan Polter Tritih mengenai jenis-jenis tanaman mangrove, cara penanaman yang benar, hingga perannya dalam menyerap karbon.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik kolaborasi tersebut. Perwakilan SD Karang Talun 05 Cilacap Utara, Ibu Laksmi, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Perhutani KPH Banyumas Barat dan LMDH Purwa Lestari atas kesempatan belajar langsung di alam terbuka.
“Pembelajaran luar kelas (outdoor learning) ini sangat berharga bagi anak-anak kami. Teori tentang lingkungan hidup yang biasanya hanya mereka baca di buku teks kini bisa disaksikan langsung di Wisata Hutan Hayau. Kami berharap kerja sama edukasi seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli dan aktif menjaga kelestarian alam di sekitar mereka,” tutur Ibu Laksmi.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh para siswa, dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis. Sinergi antara Perhutani, pihak sekolah, LMDH Purwa Lestari, dan petugas keamanan hutan diharapkan mampu mendukung kelestarian Hutan Hayau Tritih Kulon sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Cilacap.(Byb/Twn).
Editor: Baim
Copyright © 2026















Leave a Reply