KEDU UTARA (03/11/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Penyusunan Buku Keanekaragaman Hayati Kabupaten Wonosobo pada Senin (02/11). Kegiatan ini menjadi langkah bersama dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, serta merumuskan upaya pelestarian kekayaan flora dan fauna di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Rakor tersebut diikuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VII, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Wonosobo, peneliti, pegiat lingkungan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Indonesia Power, dan Geodipa.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda penting, meliputi kajian identifikasi keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan, pemetaan persebaran serta analisis habitat, hingga penyusunan daftar flora dan fauna berdasarkan kategori konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN). Selain itu, dibahas pula rencana langkah strategis untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di Kabupaten Wonosobo.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penyusunan buku keanekaragaman hayati sebagai salah satu upaya memperkuat kepedulian dan kolaborasi dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan.
Menurutnya, kawasan hutan memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis satwa dan tumbuhan yang keberadaannya perlu dijaga secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara lembaga, pemerintah, peneliti, dan masyarakat untuk memastikan kekayaan hayati tetap terlindungi.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun data keanekaragaman hayati yang komprehensif dan dapat menjadi acuan dalam menentukan langkah pelestarian. Perhutani siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian hutan,” ungkap Naufal.
Penyusunan buku ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi kekayaan alam Kabupaten Wonosobo, tetapi juga menjadi sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat serta dasar perencanaan program konservasi pada masa mendatang.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kelestarian flora dan fauna di Kabupaten Wonosobo diharapkan dapat terus terjaga sehingga hutan tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (Kdu/Nurul)
Editor: Nasyia
Copyright © 2026















Leave a Reply