SEMARANG (14/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penggaron melaksanakan komunikasi sosial bersama Pengurus Tirto Wening Dusun Kaligawe, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Selasa (14/07). Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai upaya membangun komunikasi dan koordinasi dalam membahas berbagai permasalahan terkait pemanfaatan sumber mata air yang berada di kawasan hutan Perhutani sekaligus mencari solusi bersama agar pemanfaatannya berlangsung secara tertib, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Samujiono bersama Mandor Tanam Kasmuni yang mewakili Perhutani BKPH Penggaron serta jajaran Pengurus Tirto Wening Dusun Kaligawe. Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal, antara lain kondisi pemanfaatan sumber mata air, mekanisme kerja sama pemanfaatan air, serta pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai daerah tangkapan air yang menopang keberlangsungan sumber mata air bagi masyarakat.
Di tempat terpisah, Kepala BKPH Penggaron Aris Sudiyono menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu langkah preventif yang terus dilakukan Perhutani untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan melalui musyawarah.
“Perhutani selalu mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan setiap permasalahan di kawasan hutan. Pemanfaatan sumber air harus memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi tetap memperhatikan aspek legalitas, kelestarian kawasan hutan, serta keberlanjutan fungsi sumber mata air. Melalui komunikasi yang baik, kami berharap dapat tercapai kesepahaman yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar Aris Sudiyono.
Sementara itu, Pengurus Tirto Wening Anton Mardiyono mengapresiasi upaya Perhutani yang mengedepankan dialog dalam membahas berbagai persoalan terkait pemanfaatan air.
“Kami menyambut baik komunikasi yang dibangun oleh Perhutani. Melalui koordinasi seperti ini, berbagai permasalahan dapat dibahas secara terbuka sehingga diharapkan menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat tanpa mengabaikan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan,” ungkap Anton Mardiyono.
Melalui komunikasi sosial tersebut, Perhutani KPH Semarang berharap terjalin kesamaan pemahaman antara Perhutani dan masyarakat dalam pengelolaan serta pemanfaatan sumber mata air di kawasan hutan. Dengan demikian, pemanfaatan sumber mata air diharapkan dapat berlangsung secara tertib dan berkelanjutan dengan tetap menjaga fungsi hutan sebagai kawasan konservasi dan daerah resapan air. (Smg/Noe)
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply