Perhutani Apresiasi Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Kebakaran di Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo

WONOSOBO, (24/10/2026) | Kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing yang meliputi wilayah Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Magelang, serta di kawasan Gunung Pakuwojo, dilaporkan telah padam pada Jumat sore (23/10). Kondisi ini menjadi kabar positif bagi upaya perlindungan kawasan hutan dan pelestarian lingkungan di wilayah Jawa Tengah.

Padamnya kebakaran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengapresiasi upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak di lapangan. Sinergi antara Perum Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas lapangan, relawan, serta pihak terkait lainnya menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan.

Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Perum Perhutani, Didiet Widi Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penanganan kebakaran di kawasan Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo.

“Padamnya kebakaran di kawasan Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo merupakan kabar baik bagi upaya perlindungan hutan dan kelestarian lingkungan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh petugas, BPBD, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta semua pihak yang telah bersinergi dalam penanganan kebakaran ini.

Perhutani berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada musim kemarau, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.”

Menurut Didiet, penanganan kebakaran hutan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pemantauan kawasan, pencegahan kebakaran susulan, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto, turut menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak dalam penanganan kebakaran di kawasan pegunungan. Berakhirnya kejadian kebakaran menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus tetap dijaga meskipun api telah padam.

“Alhamdulillah, berdasarkan informasi penanganan yang kami terima, kebakaran di kawasan Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo telah padam pada Jumat sore, 23 Oktober 2026. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini.

Ke depan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api kembali. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama dan perlindungan lingkungan.”

Padamnya kebakaran tersebut menjadi langkah positif dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan di kawasan pegunungan Jawa Tengah. Hutan memiliki peran penting dalam menjaga tata air, melindungi tanah dari erosi, mendukung keanekaragaman hayati, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Perhutani bersama para pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli kawasan, pemantauan kondisi hutan, edukasi kepada masyarakat, dan koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian hutan agar tetap memberikan manfaat ekologis bagi generasi mendatang.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan juga diimbau untuk tetap berhati-hati, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dalam keadaan menyala, serta segera melaporkan kepada petugas berwenang apabila menemukan asap atau indikasi titik api.

Dengan padamnya kebakaran di Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo, semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kelestarian hutan diharapkan semakin kuat. Perhutani menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga hutan sebagai aset lingkungan yang harus dilindungi secara berkelanjutan.(Div-Jateng/Sgt).

Editor: Diono

Copyright © 2026,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *