CEPU, (29/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Salah satunya melalui pembangunan gubuk tanaman yang difungsikan sebagai pos pantau keamanan tanaman pada (29/10). Keberadaan gubuk tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan tanaman kehutanan sekaligus memperkuat koordinasi antara petugas Perhutani dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Pembangunan gubuk tanaman ini menjadi langkah strategis untuk memudahkan pemantauan kondisi tanaman, mengawasi aktivitas di lapangan, serta mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan hutan. Selain sebagai tempat beristirahat sementara bagi petugas dan pesanggem, gubuk tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan koordinasi untuk menjaga tanaman agar tumbuh dengan baik sesuai dengan tujuan pengelolaan hutan.
Administratur KPH Cepu melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglobo, Achmad Kairul Salam, menyampaikan bahwa pembangunan gubuk tanaman merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan tanaman di kawasan hutan.
“Dengan adanya gubuk tanaman ini, kami berharap pemantauan keamanan tanaman dapat berjalan lebih optimal. Keberadaan pos pantau ini juga memudahkan petugas untuk berkoordinasi dengan pesanggem dan masyarakat sehingga apabila ditemukan potensi gangguan, dapat segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dulang, Edi Supriyono, mengatakan bahwa keberadaan gubuk tanaman berperan penting dalam mendukung kegiatan pengawasan di wilayah kerjanya. Menurutnya, keamanan tanaman membutuhkan perhatian berkelanjutan, mulai dari pemantauan kondisi tanaman hingga pencegahan tindakan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan kelestariannya. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga tanaman kehutanan serta melaporkan apabila menemukan aktivitas yang dapat merugikan kelestarian hutan.
Sementara itu, pesanggem Surono menyambut baik pembangunan gubuk tanaman tersebut. Ia menilai keberadaan gubuk dapat membantu masyarakat yang mengelola lahan di kawasan hutan untuk lebih mudah berkoordinasi dengan petugas Perhutani.
“Kami sebagai pesanggem siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan tanaman. Dengan adanya gubuk ini, kami berharap pengawasan lebih mudah dilakukan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Kami juga akan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanaman agar tetap aman dan terpelihara,” ujarnya.
Melalui pembangunan gubuk tanaman sebagai pos pantau keamanan, Perhutani KPH Cepu berharap pengawasan kawasan hutan semakin efektif dan partisipasi masyarakat semakin meningkat. Sinergi antara petugas Perhutani dan pesanggem menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan terhadap tanaman serta menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, keamanan tanaman diharapkan tetap terjaga sehingga manfaat hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh lingkungan dan masyarakat sekitar. (Cpu/Pai).
Editor: Baim
Copyright ©️ 2026













Leave a Reply