Perhutani KPH Kedu Utara dan BPHL Wilayah VII Perkuat Koordinasi Pengelolaan IPPKH”

KEDU UTARA, WONOSOBO (05/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo menerima kunjungan kerja Tim Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama dari BPHL Wilayah VII dalam rangka koordinasi terkait progres Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perhutani BKPH Wonosobo tersebut membahas perkembangan pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, khususnya untuk pembangunan jalur pipa oleh Geodipa Energi, Sabtu (02/05).

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, mencerminkan komitmen bersama antara Perhutani dan BPHL dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kawasan hutan dan kelestarian lingkungan. Diskusi menitikberatkan pada aspek teknis, administratif, serta pengawasan pelaksanaan IPPKH agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk dalam mendukung proyek strategis nasional yang tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan.

“Perhutani menyambut baik kunjungan dan koordinasi dari BPHL Wilayah VII. Perhutani selalu terbuka untuk kolaborasi dan siap bekerja sama dalam mendukung kegiatan pembangunan, selama tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kelestarian sumber daya hutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi seperti ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh proses IPPKH berjalan sesuai regulasi sekaligus meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan. Menurutnya, sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan fungsi ekonomi kawasan hutan.

Sementara itu, Tim Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama BPHL Wilayah VII, Dwi Nugroho Artiyanto, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan respons positif dari Perhutani dalam mendukung proses koordinasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan progres IPPKH berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi semua pihak.

“Kami mengapresiasi dukungan dan keterbukaan Perhutani. Koordinasi ini penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan IPPKH, khususnya pembangunan pipa Geodipa Energi di RPH Dieng, berjalan sesuai aturan dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas langkah-langkah pengendalian dan monitoring terhadap kegiatan di lapangan, termasuk upaya mitigasi risiko yang mungkin timbul selama proses pembangunan berlangsung. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi guna menjaga kelancaran kegiatan sekaligus memastikan perlindungan terhadap kawasan hutan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Perhutani dan BPHL dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Dengan adanya koordinasi yang intensif, diharapkan pelaksanaan IPPKH di wilayah RPH Dieng dapat berjalan optimal, memberikan manfaat bagi pembangunan energi nasional, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan. (Kdu/Nurul)

Editor: Diono
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *