CEPU, (22/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melalui Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedewan mempercepat pembuatan lubang tanam untuk mendukung pelaksanaan penanaman tahun 2026 pada Rabu (21/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan lahan guna memastikan proses penanaman berjalan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan teknis. Pembuatan lubang tanam tidak hanya menjadi tahap awal pekerjaan, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan kondisi tumbuh yang baik bagi bibit sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan tanaman di kawasan hutan.
Administratur KPH Cepu melalui Kepala RPH Kedewan, Totok Sutomo, mengatakan bahwa percepatan pembuatan lubang tanam dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum kegiatan penanaman dimulai. Menurutnya, lubang tanam yang dibuat sesuai dengan ukuran dan kondisi tanah dapat menyediakan ruang bagi perkembangan akar, memudahkan penempatan bibit, serta mendukung pertumbuhan tanaman pada tahap awal.
“Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan penanaman. Dengan persiapan yang baik, bibit diharapkan lebih mudah beradaptasi, akarnya dapat berkembang dengan baik, dan pertumbuhannya menjadi lebih optimal,” ungkap Totok.
Lebih lanjut, Totok menjelaskan bahwa pembuatan lubang tanam juga bermanfaat untuk memperbaiki kondisi media tanam di sekitar perakaran, terutama apabila tanah diolah dengan baik sebelum bibit ditanam. Tanah yang gembur di sekitar lubang dapat membantu akar menembus tanah serta menyerap air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Selain itu, pembuatan lubang tanam yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi lapangan dapat membantu pengelolaan air di sekitar tanaman. Oleh karena itu, ketepatan jarak, ukuran, dan penempatan lubang menjadi perhatian petugas dalam mempersiapkan kegiatan penanaman tahun 2026.
Salah seorang pesanggem, Mbah Darji, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan pembuatan lubang tanam yang dilaksanakan bersama petugas Perhutani. Ia menilai bahwa persiapan lubang sejak awal dapat mempermudah pekerjaan saat bibit mulai ditanam.
“Kalau lubang tanamnya sudah siap, pekerjaan penanaman nanti menjadi lebih mudah dan cepat. Lubang yang dibuat dengan baik juga membantu bibit ditanam dengan benar sehingga akarnya bisa berkembang. Kami berharap tanaman tahun ini bisa tumbuh subur dan hutan semakin lestari,” tutur Mbah Darji.
Keterlibatan pesanggem dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara Perhutani dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan program penanaman. Selain mempercepat penyelesaian pekerjaan, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap pemeliharaan tanaman setelah penanaman.
Perhutani juga menekankan bahwa keberhasilan tanaman tidak hanya ditentukan oleh kesiapan lubang tanam, tetapi juga perlu didukung oleh pemilihan bibit yang berkualitas, teknik penanaman yang tepat, pemeliharaan rutin, serta perlindungan tanaman dari berbagai gangguan yang dapat menghambat pertumbuhannya. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik, pelaksanaan penanaman tahun 2026 diharapkan berjalan optimal serta mendukung kelestarian hutan secara berkelanjutan. (Cpu/Pai).
Editor: Intan
Copyright © 2026
















Leave a Reply