Sinergi Perhutani dan Masyarakat Desa Hutan Wujudkan Keamanan Kawasan RPH Kaligimber

BALAPULANG, TEGAL RAYA (10/05/2026) | Dalam upaya menjaga keamanan kawasan hutan serta mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan (gukamhut), Perum Perhutani KPH Balapulang melalui BKPH Margasari, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaligimber, melaksanakan patroli rutin di wilayah kerja RPH Kaligimber pada Sabtu (09/05).

Kegiatan patroli tersebut diikuti oleh seluruh personel RPH Kaligimber bersama anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bumi Tirta Makmur Desa Banjaranyar sebagai bentuk sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Patroli rutin dilakukan dengan menyusuri sejumlah petak kawasan hutan di wilayah RPH Kaligimber guna memastikan kondisi hutan tetap aman, sekaligus memantau potensi gangguan seperti pencurian kayu, perambahan lahan, kebakaran hutan, maupun aktivitas ilegal lainnya yang dapat merusak kelestarian hutan.

Administratur KPH Balapulang melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Margasari, Rosikin, menyampaikan bahwa kegiatan patroli rutin merupakan agenda penting yang terus dilakukan sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Selain itu, keterlibatan LMDH menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan berbasis kolaborasi dengan masyarakat sekitar hutan.

“Patroli rutin ini menjadi upaya bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Kehadiran anggota LMDH Wana Bumi Tirta Makmur Desa Banjaranyar menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan fungsi hutan sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Wana Bumi Tirta Makmur Desa Banjaranyar, Tarmidi, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan Perhutani dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Melalui patroli rutin yang dilakukan secara berkala ini, Perhutani KPH Balapulang berharap keamanan wilayah hutan RPH Kaligimber tetap terjaga, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisasi, serta sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. (Bpl/Mmy)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *