PEKALONGAN TIMUR (19/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro melaksanakan dialog humanis bersama para penyadap di wilayah kerja BKPH Doro, Sabtu (16/05). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempererat hubungan kemitraan serta meningkatkan komunikasi antara jajaran Perhutani dengan pekerja lapangan.
Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung di kawasan hutan sadapan dengan menemui salah satu penyadap senior, Munari. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Suprianto yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur Haris Setiana berdialog mengenai kondisi kegiatan penyadapan getah pinus, kendala di lapangan, serta harapan para penyadap terhadap keberlangsungan kerja sama dengan Perhutani.
Slamet Suprianto menyampaikan bahwa kegiatan dialog humanis merupakan bagian dari pendekatan sosial yang terus dilakukan Perhutani guna membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar hutan, khususnya para penyadap yang menjadi mitra penting dalam mendukung produksi getah pinus.
“Kami ingin memastikan bahwa para penyadap merasa diperhatikan dan didengar. Kehadiran kami di lapangan bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menjalin komunikasi secara langsung agar tercipta hubungan kerja yang baik dan saling mendukung,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa para penyadap memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan produksi hasil hutan bukan kayu, sehingga perlu mendapatkan perhatian serta pendampingan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Slamet Suprianto juga memberikan motivasi kepada para penyadap agar tetap menjaga kualitas sadapan sesuai teknik yang benar serta memperhatikan faktor keselamatan kerja di lapangan. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan penyangga lingkungan.
Sementara itu, penyadap Munari menyampaikan rasa senang dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Perhutani KPH Pekalongan Timur. Menurutnya, komunikasi yang baik membuat hubungan kerja semakin harmonis dan penuh kekeluargaan.
“Kami merasa senang karena Perhutani masih terus memperhatikan para penyadap kecil seperti kami. Semoga hubungan baik ini terus terjalin dan hutan tetap lestari sehingga masyarakat juga bisa terus bekerja,” tuturnya.
Kegiatan dialog humanis tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Perhutani KPH Pekalongan Timur dalam membangun pendekatan persuasif dan sosial kepada masyarakat sekitar hutan. Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang harmonis, diharapkan sinergi antara Perhutani dan masyarakat dapat terus terjaga demi mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan yang produktif dan lestari. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply