Pertebal Pertahanan Hijau, Perhutani Mantingan Bersama Polsek Gunem Siap Sikat Penjarah Hutan

MANTINGAN (18/6/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blebak, Lilik Harnowo, bersama Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Demaan, Joko Selamet, melaksanakan koordinasi dan pendampingan pengamanan hutan dengan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sendang Mulyo di wilayah RPH Blebak, Kamis (18/06).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah salah satu anggota LMDH Sendang Mulyo dan dihadiri Kepala Unit Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Binmas) Polsek Gunem, Ajun Inspektur Polisi Dua Yanto, serta Kepala Unit Intelijen Polsek Gunem, Ajun Inspektur Polisi Satu Edi Mulyanto.

Koordinasi difokuskan pada penguatan pengamanan kawasan hutan, khususnya di wilayah RPH Blebak, guna mengantisipasi pencurian kayu, kebakaran hutan, serta berbagai gangguan keamanan hutan lainnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Perhutani, aparat kepolisian, dan masyarakat desa hutan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Mewakili Administratur KPH Mantingan, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blebak, Lilik Harnowo, menyampaikan bahwa koordinasi rutin dengan aparat keamanan merupakan langkah penting dalam menjaga aset negara yang berada di kawasan hutan.

“Sinergi antara Perhutani, Polsek Gunem, dan LMDH Sendang Mulyo menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan hutan. Masyarakat desa hutan merupakan garda terdepan yang memiliki peran strategis dalam mendukung upaya perlindungan kawasan hutan dari berbagai ancaman gangguan keamanan,” ujar Lilik Harnowo.

Sementara itu, Kepala Unit Binmas Polsek Gunem, Ajun Inspektur Polisi Dua Yanto, dan Kepala Unit Intelijen Polsek Gunem, Ajun Inspektur Polisi Satu Edi Mulyanto, menyatakan kesiapan Polsek Gunem untuk mendukung penuh upaya pengamanan kawasan hutan.

“Kami siap bersinergi dengan Perhutani dan masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Melalui patroli gabungan, pertukaran informasi yang cepat, serta edukasi kepada masyarakat, diharapkan potensi gangguan keamanan hutan dapat dicegah sejak dini,” ungkap Yanto.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak juga bersepakat untuk meningkatkan patroli bersama, memperkuat koordinasi lapangan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan kawasan hutan.

Kegiatan koordinasi ditutup dengan kesepakatan tindak lanjut yang akan dilaksanakan secara bersama-sama guna menciptakan wilayah RPH Blebak yang aman, kondusif, dan terbebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan hutan. (Mnt/Ism)

Editor: Naya

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *