PURWODADI, PERHUTANI (22/06/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk melaksanakan kegiatan sosialisasi persiapan tanaman tahun 2026 kepada sejumlah pesanggem di wilayah Dusun Tumpuk, pada Minggu (19/06).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan penanaman tahun 2026, khususnya pada kawasan hutan petak 131D dengan luas areal 3,00 hektare dan petak 131D dengan luas 2,10 hektare, dengan jenis tanaman utama yaitu pohon jati.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar hutan, khususnya para pesanggem, mengenai tahapan persiapan tanaman, tata kelola lahan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberhasilan program tanaman Perhutani.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa persiapan tanaman perlu dilakukan sejak dini agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
“Persiapan tanaman tahun 2026 perlu dilakukan sejak awal agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana. Kami berharap para pesanggem dapat berperan aktif dalam menjaga dan mendukung keberhasilan tanaman, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi kelestarian hutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan hutan tidak hanya bergantung pada kegiatan penanaman, tetapi juga membutuhkan perawatan dan kepedulian bersama. Hutan yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun sosial ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani juga mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian kawasan hutan, mencegah gangguan keamanan hutan, serta mendukung terciptanya hutan yang produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Tumpuk, Siswanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan sangat penting karena masyarakat sekitar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga keberlangsungan hutan.
“Kami sebagai warga sekitar hutan siap mendukung kegiatan tanaman yang dilaksanakan Perhutani. Hutan ini menjadi sumber manfaat bagi masyarakat, sehingga harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang,” ungkap Siswanto.
Dengan adanya sosialisasi persiapan tanaman tahun 2026 ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply