Perhutani KPH Purwodadi Dukung Pelestarian Tradisi Shodakohan dan Kelestarian Hutan di Sendang Mundu.

PURWODADI, PERHUTANI (23/06/2026) |Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi turut mendukung kegiatan pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar hutan melalui kegiatan Shodakohan yang dilaksanakan oleh warga Dusun Nguling, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.

Kegiatan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut dilaksanakan di kawasan mata air Sendang Mundu yang berada di wilayah kerja Perhutani petak 40 RPH Dersemi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung, KPH Purwodadi, pada Selasa Legi bulan Muharam, Selasa (23/06).

Kegiatan Shodakohan diikuti oleh masyarakat Dusun Nguling sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberadaan sumber mata air yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai wujud pelestarian adat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dengan lingkungan hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung Arie Gunawan menyampaikan bahwa Perhutani sangat mengapresiasi kegiatan tradisi masyarakat yang memiliki nilai positif dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

“Tradisi Shodakohan ini merupakan bentuk kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan. Keberadaan Sendang Mundu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai sumber kehidupan,” ujar Arie.

Menurutnya, keberlangsungan sumber mata air sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, Perhutani bersama masyarakat terus mendorong kepedulian terhadap kelestarian hutan melalui kegiatan menjaga keamanan kawasan, mencegah kerusakan lingkungan, serta mempertahankan fungsi hutan sebagai penyedia air dan penyangga kehidupan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin memiliki rasa memiliki terhadap kawasan hutan. Hutan yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang, baik untuk lingkungan maupun generasi mendatang,

Sementara itu, salah satu warga Dusun Nguling Suryono menyampaikan bahwa kegiatan Shodakohan di Sendang Mundu merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak lama oleh masyarakat setempat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur warga atas keberadaan sumber mata air Sendang Mundu. Kami berharap tradisi ini tetap lestari dan anak cucu kami nantinya masih bisa menikmati manfaat dari sumber air ini,” ungkap Suryono.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat memiliki kepedulian untuk menjaga kawasan sekitar sendang agar tetap bersih dan terawat. Menurutnya, kelestarian hutan sangat berpengaruh terhadap keberadaan mata air yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Shodakohan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi bersama masyarakat Dusun Nguling berkomitmen menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan upaya konservasi hutan. Kolaborasi masyarakat sekitar hutan menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelestarian sumber daya alam agar tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *