Perkuat Kemitraan, KPH Banyumas Barat Bekali Penyadap Pinus Aturan Main Baru

BANYUMAS BARAT (25/06/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan mitra kerja sekaligus mengoptimalkan capaian produksi hasil hutan bukan kayu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan pembinaan bagi para penyadap getah pinus yang dilaksanakan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dayeuhluhur, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wanareja, pada Rabu (24/06).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan antara Perhutani dan para penyadap, sekaligus memberikan edukasi mengenai teknik penyadapan yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan guna mendukung peningkatan produktivitas hasil sadapan.

Administratur/Kepala KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Kepala BKPH Wanareja, Solehan. Dalam pelaksanaannya, Solehan didampingi Kepala RPH Dayeuhluhur, Sahidin. Kegiatan tersebut diikuti puluhan penyadap getah pinus setempat yang diwakili oleh salah satu penyadap senior, Sakino.

Dalam sambutannya, Solehan menyampaikan pesan Administratur KPH Banyumas Barat mengenai pentingnya menjaga kualitas hasil produksi getah pinus melalui penerapan teknik penyadapan yang tepat.

“Perhutani sangat mengapresiasi kerja keras para penyadap yang menjadi ujung tombak produksi getah pinus. Pembinaan ini penting agar para penyadap memahami metode penyadapan yang benar. Teknik yang tepat tidak hanya meningkatkan volume getah, tetapi juga menjaga kesehatan pohon pinus agar tetap produktif dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi prioritas yang harus diperhatikan dalam setiap aktivitas penyadapan.

“Perhutani berkomitmen untuk terus mendukung para penyadap melalui penyediaan fasilitas kerja yang memadai serta ruang komunikasi yang terbuka. Sinergi yang kuat antara manajemen dan pekerja lapangan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan produksi ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala RPH Dayeuhluhur, Sahidin, memberikan pembekalan teknis terkait target produksi dan tata tertib administrasi penyerahan getah pinus. Ia mengingatkan pentingnya konsistensi waktu penyadapan serta menjaga kebersihan getah dari kontaminasi kotoran seperti tanah maupun daun kering.

“Kualitas getah yang baik akan meningkatkan nilai jual dan berdampak positif terhadap pendapatan para penyadap. Oleh karena itu, kebersihan hasil sadapan harus menjadi perhatian bersama,” jelas Sahidin.

Mewakili para penyadap, Sakino menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang secara rutin diberikan oleh Perhutani.

“Kegiatan pembinaan seperti ini membuat kami merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kerja. Kami siap menerapkan teknik penyadapan yang telah disampaikan demi mencapai target produksi yang ditetapkan. Kami juga berharap komunikasi yang baik antara penyadap dan Perhutani dapat terus terjalin sehingga kesejahteraan para penyadap semakin meningkat,” ungkapnya.

Kegiatan pembinaan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama sebagai simbol kuatnya kemitraan antara Perhutani dan para penyadap. Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Banyumas Barat berharap produktivitas getah pinus dapat terus meningkat tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan, sehingga manfaat ekonomi dan ekologis dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh pihak. (Byb/Twn)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *