IIK Perhutani KPH Pekalongan Timur Gelar Penyuluhan Pencegahan Kanker Payudara dan Kanker Serviks untuk Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan

PEKALONGAN TIMUR (27/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Ikatan Istri Karyawan (IIK) Cabang KPH Pekalongan Timur menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan sekaligus upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota mengenai pentingnya deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua IIK Cabang KPH Pekalongan Timur, Neneng Hernawati, yang mengikuti materi penyuluhan dengan penuh perhatian. Penyuluhan disampaikan oleh Neti Arriani, yang menjelaskan pentingnya mengenali faktor risiko, memahami tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta melakukan langkah pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara tepat.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kanker payudara dan kanker leher rahim sebagai dua masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Pengetahuan mengenai kedua jenis kanker ini diharapkan dapat mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya dan tidak mengabaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Neti Arriani menjelaskan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi perempuan, termasuk mengenali perubahan pada tubuh yang tidak biasa dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan keluhan. Pemahaman yang baik mengenai kesehatan menjadi salah satu langkah penting agar perempuan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatannya.

Pada materi pencegahan kanker payudara, peserta diajak untuk mengenali kondisi payudara masing-masing dan memperhatikan perubahan yang tidak biasa, seperti munculnya benjolan, perubahan bentuk atau kondisi kulit, serta keluarnya cairan tidak normal dari puting. Pemeriksaan payudara secara mandiri dapat membantu mengenali perubahan tersebut, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Apabila ditemukan perubahan yang mencurigakan, peserta dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, dalam pembahasan mengenai kanker leher rahim atau kanker serviks, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya pencegahan melalui vaksinasi human papillomavirus (HPV) sesuai rekomendasi tenaga kesehatan serta pemeriksaan skrining, seperti tes HPV atau metode skrining lain yang tersedia dan sesuai dengan kondisi masing-masing. Langkah tersebut penting karena perubahan prakanker pada leher rahim dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal.

Melalui penjelasan tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika tubuh mengalami keluhan, tetapi juga perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta memperoleh informasi dari sumber tepercaya merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan perempuan.

Ketua IIK Cabang KPH Pekalongan Timur, Neneng Hernawati, menyimak materi yang disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi kesehatan bagi anggota. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus mendorong para anggota agar semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Selain menambah wawasan, penyuluhan kesehatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian bersama terhadap pentingnya deteksi dini. Informasi yang diperoleh diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta yang hadir, tetapi juga dapat dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga semakin banyak perempuan memahami pentingnya pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim.

IIK Cabang KPH Pekalongan Timur terus mendorong pelaksanaan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi anggota, baik dalam mempererat hubungan kekeluargaan maupun meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Edukasi kesehatan seperti ini menjadi salah satu langkah untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, terbuka, dan mendukung perempuan dalam menjaga kualitas hidupnya.

Melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini, para anggota diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali perubahan pada tubuh, melakukan pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta tidak ragu mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mencurigakan.

Peduli Kesehatan Perempuan, Kenali Risikonya, Lakukan Deteksi Dini! Dengan pengetahuan yang tepat dan kepedulian bersama, upaya menjaga kesehatan perempuan dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. (Pkt/Ran)

Editor: Nasyia

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *