SURAKARTA (25/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menerima kunjungan kerja Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tangen dalam rangka monitoring dan evaluasi pengamanan kawasan hutan pada Selasa (24/06). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan upaya perlindungan hutan berjalan secara optimal melalui penguatan patroli, pencegahan gangguan keamanan hutan, serta peningkatan kolaborasi dengan masyarakat desa hutan.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Perhutani juga berdialog dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) guna menyerap aspirasi sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga kelestarian hutan. Pendekatan kolaboratif ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan hutan lestari yang mengedepankan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi.
Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan (SDH) Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Didiet Widhy Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan hutan sangat bergantung pada sinergi antara Perhutani, aparat pemerintah, dan masyarakat sekitar kawasan hutan. Menurutnya, kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan seluruh langkah pengamanan berjalan efektif sekaligus memberikan penguatan kepada petugas di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa sistem pengamanan hutan di BKPH Tangen berjalan dengan baik melalui patroli rutin, deteksi dini terhadap potensi gangguan, serta pemberdayaan masyarakat. Hutan merupakan aset negara yang harus dijaga bersama agar manfaat ekologis maupun ekonominya dapat terus dirasakan oleh generasi saat ini dan generasi mendatang,” ujar Didiet.
Sementara itu, Ketua LMDH wilayah BKPH Tangen, Joko Pitoyo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah terhadap pengelolaan dan pengamanan kawasan hutan. Menurutnya, keberadaan LMDH selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perlindungan hutan melalui pengawasan partisipatif serta pemanfaatan hutan secara bijaksana.
“Kami siap terus bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Masyarakat desa hutan memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga kelestarian hutan karena manfaatnya sangat besar bagi kehidupan, baik sebagai sumber air, penyangga lingkungan, maupun sumber penghidupan masyarakat,” ungkap Joko.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan koordinasi antara Perhutani, LMDH, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan hutan, BKPH Tangen diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan daerah. (Ska/Mar)
Editor: Ulfa
Copyright © 2026













Leave a Reply