Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Sinergi dengan Pesanggem Melalui Komunikasi Sosial di BKPH Sambirejo

PURWODADI, PERHUTANI (25/06/2026) | Perhutani KPH Purwodadi melaksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama para pesanggem penggarap lahan hutan petak 27D seluas 7,30 hektare wilayah RPH Godan BKPH Sambirejo. Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga Dukuh Karangasem, Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (25/06), bertujuan mempererat hubungan kemitraan antara Perhutani dan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran BKPH Sambirejo, mandor pendamping, tokoh masyarakat setempat, serta para pesanggem yang selama ini mengelola lahan di bawah tegakan melalui pola agroforestri. Dalam suasana penuh keakraban, peserta berdiskusi mengenai pengelolaan lahan yang produktif, pemeliharaan tanaman kehutanan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta pentingnya menjaga keamanan kawasan dari berbagai bentuk gangguan hutan.

Komunikasi sosial ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antara Perhutani dan masyarakat terkait hak, kewajiban, serta tanggung jawab bersama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Selain itu, Perhutani juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga tegakan tanaman pokok agar tetap tumbuh optimal sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan dapat terus dirasakan oleh masyarakat.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan oleh Perhutani sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, kami ingin memperkuat hubungan yang harmonis dengan para pesanggem. Perhutani berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan lahan secara produktif, tetapi juga turut menjaga keberlangsungan tanaman hutan, mencegah terjadinya kebakaran, serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan hutan. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ujar Susilo.

Ia menambahkan bahwa pola kemitraan yang baik antara Perhutani dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui pemanfaatan ruang tumbuh yang sesuai dengan ketentuan.

Sementara itu, salah seorang warga Dukuh Karangasem Desa Godan, Suwaji yang mewakili pesanggem menyampaikan apresiasi atas perhatian dan keterbukaan Perhutani dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat.

“Kami merasa senang karena Perhutani selalu mengajak masyarakat berdialog dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga hutan. Kami menyadari bahwa keberadaan hutan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air, kesuburan lahan, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kami siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan sekaligus memanfaatkan lahan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya Suwaji.

Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap terjalin hubungan yang semakin kuat dengan masyarakat sekitar hutan sehingga tercipta kolaborasi yang berkesinambungan dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan, meningkatkan produktivitas lahan, serta mewujudkan manfaat hutan yang optimal bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *