Perhutani KPH Purwodadi Gelar Tasyakuran Muharam Bersama Warga, Perkuat Nilai Religi, Budaya, dan Kelestarian Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (30/06/2026) | Dalam rangka mempererat sinergi dengan tokoh masyarakat serta masyarakat desa sekitar hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran BKPH Pojok menggelar kegiatan tasyakuran menyambut Bulan Muharam bersama warga Desa Pojok, Senin (29/06). Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar kawasan hutan tetap aman, lestari, serta membawa keberkahan bagi masyarakat dan Perhutani.

Tasyakuran diikuti oleh Kepala BKPH Pojok beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Desa Pojok. Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, tausiyah, serta tradisi bancaan atau kenduri sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai religius, tetapi juga melestarikan budaya adat yang hidup di tengah masyarakat sekitar hutan. Melalui momentum Bulan Muharam, Perhutani bersama masyarakat memanjatkan doa agar hutan tetap terjaga kelestariannya, terhindar dari gangguan keamanan maupun bencana, serta terus memberikan manfaat bagi kehidupan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok Bambang Riyantono, menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran merupakan bagian dari upaya membangun hubungan harmonis antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan.

“Bulan Muharam menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bersama. Kami berharap melalui sinergi yang dilandasi nilai budaya, adat, dan religius ini, masyarakat semakin memiliki kepedulian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Hutan yang lestari akan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Bambang.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Pojok, Sudarmo, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan antara Perhutani dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kami merasa senang dapat mengikuti tasyakuran bersama Perhutani. Tradisi seperti ini mempererat persaudaraan dan mengingatkan kami bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Semoga hutan tetap lestari, masyarakat diberi keselamatan, dan Perhutani semakin maju dalam mengelola hutan untuk kemakmuran bersama,” ungkap Sudarmo.

Melalui kegiatan tasyakuran Bulan Muharam ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap nilai-nilai gotong royong, budaya lokal, serta semangat religius dapat terus menjadi landasan dalam membangun kemitraan yang harmonis dengan masyarakat, sehingga keamanan dan kelestarian hutan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *