Hadapi Kemarau, Perhutani Kedu Selatan dan Polsek Wadaslintang Rapatkan Barisan Cegah Karhutla

KEDU SELATAN (2/7/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melalui Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadisono, menerima kunjungan koordinasi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Wadaslintang dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau. Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberejo, Rabu (01/07).

Kegiatan koordinasi disambut oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberejo Sudiyo yang didampingi jajaran petugas lapangan RPH Sumberejo. Pertemuan tersebut difokuskan pada penyusunan langkah-langkah antisipatif guna menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Polsek Wadaslintang Bripka Teguh Pamuji menegaskan bahwa pencegahan Karhutla memerlukan kerja sama yang kuat antara Perhutani, Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, koordinasi yang baik akan mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami berharap seluruh pihak dapat terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.

Mewakili Administratur KPH Kedu Selatan, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberejo Sudiyo menyampaikan bahwa patroli rutin akan terus ditingkatkan, terutama di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Selain itu, petugas juga akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan.

“Patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat merupakan langkah preventif yang terus kami lakukan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan terhindar dari ancaman kebakaran,” katanya.

Dalam koordinasi tersebut juga disepakati pentingnya membangun komunikasi yang cepat dan efektif antarlembaga. Apabila ditemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas mencurigakan di kawasan hutan, seluruh pihak diharapkan segera berkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga kebakaran tidak meluas.

Selain itu, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan turut berperan aktif memberikan edukasi mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan, penyedia sumber air, dan penjaga keseimbangan ekosistem.

Melalui koordinasi tersebut, diharapkan sinergi antara Perhutani, Polsek Wadaslintang, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan kawasan hutan yang aman, lestari, dan bebas dari kebakaran. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas upaya pencegahan Karhutla sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang. (Kds/Bhs).

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *