Benteng Gunung Lio: Cara Skuad Pekalongan Barat Sisir Jalur Tikus Maling Kayu

PEKALONGAN BARAT (03-07-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama Relawan Lingkungan Grup Gunung Lio Salem melaksanakan kegiatan koordinasi sekaligus pemantauan kawasan hutan Gunung Lio yang berada di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Salem, Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan hutan (gukamhut), seperti pembalakan liar, perambahan kawasan, kebakaran hutan, maupun aktivitas lain yang berpotensi merusak kelestarian hutan.

Kegiatan ini melibatkan jajaran petugas BKPH Salem, Polisi Kehutanan (Polhut), serta para relawan lingkungan yang selama ini aktif mendukung upaya pelestarian kawasan hutan. Selain melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan, peserta juga berdiskusi mengenai penguatan sistem pelaporan dini apabila ditemukan indikasi gangguan keamanan hutan.

Mewakili Administratur KPH Pekalongan Barat, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Salem, Taufiq, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan lingkungan, merupakan bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam mencegah terjadinya gukamhut sejak dini.

“Sinergi antara Perhutani dan Relawan Lingkungan Grup Gunung Lio Salem diharapkan mampu memperkuat pengawasan kawasan hutan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, potensi gangguan keamanan hutan dapat diminimalkan sehingga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Relawan Lingkungan Grup Gunung Lio Salem, Handoko, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung Perhutani, khususnya BKPH Salem, dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Lio. Menurutnya, kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pengecekan kondisi kawasan, memantau jalur akses menuju hutan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat yang dijumpai di sekitar kawasan mengenai pentingnya menjaga hutan dari berbagai bentuk pelanggaran dan kerusakan.

Melalui kegiatan koordinasi dan pemantauan tersebut, Perhutani berharap pengawasan kawasan hutan semakin efektif serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan terus meningkat. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mewujudkan kawasan hutan Gunung Lio yang aman, lestari, dan bebas dari gangguan keamanan hutan. (Pkb/Sgy)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *