Perhutani dan Damkar Grobogan Perkuat Budaya K3, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Aman dan Bebas Risiko

PURWODADI, PERHUTANI (7/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui sinergi lintas instansi. Bersama Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Grobogan, Perhutani melaksanakan kegiatan penanganan dan pembersihan sarang lebah yang berada di lingkungan Kantor KPH Purwodadi, Selasa (07/07).

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menghilangkan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan karyawan maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan kantor. Keberadaan sarang lebah pada pohon dan bangunan di sekitar area perkantoran dinilai berpotensi menimbulkan risiko sengatan, terutama pada jam operasional pelayanan publik.

Proses evakuasi dilakukan oleh personel Damkar Grobogan menggunakan peralatan keselamatan dan teknik khusus sehingga penanganan dapat berlangsung secara cepat, aman, dan tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas perkantoran. Selama kegiatan berlangsung, petugas Perhutani turut mendampingi proses pengamanan lokasi dan memastikan area kerja steril dari aktivitas pegawai maupun pengunjung.

Selain menjadi upaya mitigasi risiko, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman. Sinergi antara Perhutani dan Damkar diharapkan dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, tetapi juga pada aspek edukasi, pencegahan kebakaran, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di kawasan hutan maupun lingkungan perkantoran.

Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan profesionalisme petugas Damkar Grobogan dalam membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas Perhutani. Potensi bahaya sekecil apa pun harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi risiko yang dapat membahayakan pegawai maupun masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Damkar Kabupaten Grobogan yang telah bersinergi dengan Perhutani dalam penanganan sarang lebah ini. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerja sama lintas sektor,” ujar Untoro.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan, Sulardi, menjelaskan bahwa penanganan sarang lebah merupakan salah satu bentuk pelayanan penyelamatan (rescue) yang menjadi bagian dari tugas Damkar selain penanggulangan kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan evakuasi sarang lebah secara mandiri karena memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Apabila ditemukan sarang lebah yang berpotensi membahayakan keselamatan, segera laporkan kepada petugas Damkar agar dapat ditangani dengan prosedur yang tepat dan menggunakan peralatan yang memadai. Kami mengapresiasi Perhutani KPH Purwodadi yang proaktif mengedepankan aspek keselamatan melalui koordinasi yang baik,” jelas Sulardi.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya K3 yang berkelanjutan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan mendukung pelayanan publik secara optimal.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *