Perhutani KPH Purwodadi Gencarkan Upaya Mitigasi Kebakaran Hutan di Kawasan Tanaman Muda

PURWODADI, PERHUTANI (15/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau dengan melaksanakan kegiatan antisipasi kebakaran hutan dan lahan pada areal tanaman muda tahun tanam 2025 di Petak 131A seluas 17 hektare, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sengker, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon, Rabu (15/07).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Jatipohon bersama anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tunggak Semi Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan. Kegiatan difokuskan pada patroli preventif, pemantauan kondisi kawasan hutan, sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat sekitar, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla yang meningkat pada musim kemarau.

Antisipasi kebakaran dilakukan dengan memeriksa kondisi tanaman muda yang masih rentan terhadap gangguan api, memastikan jalur pengawasan dapat dilalui petugas, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan maupun membuang puntung rokok di kawasan hutan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif yang sejalan dengan arahan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui deteksi dini, patroli rutin, komunikasi sosial, dan pelibatan masyarakat sekitar hutan.

“Tanaman muda tahun tanam 2025 merupakan aset yang harus dijaga bersama karena menjadi investasi jangka panjang bagi kelestarian hutan. Oleh karena itu, Perhutani terus meningkatkan patroli, pengawasan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanggulangan. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kawasan hutan tetap aman, lestari, dan produktif,” jelas Tutut.

Ia menambahkan bahwa sesuai arahan Kantor Divisi Regional Jawa Tengah, seluruh jajaran Perhutani diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau melalui patroli terpadu, pemantauan titik rawan kebakaran, penguatan komunikasi dengan pemerintah desa, LMDH, serta masyarakat sekitar hutan guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Ketua LMDH Tunggak Semi, Muslih, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.

“Kami siap mendukung kegiatan pencegahan kebakaran hutan. Melalui kerja sama yang baik dengan Perhutani, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga hutan dari bahaya api. Kami juga akan mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran di sekitar kawasan hutan serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api ataupun aktivitas yang mencurigakan,” ungkap Muslih.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan semakin meningkat. Upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan tidak hanya bertujuan melindungi tanaman muda dari kerusakan, tetapi juga menjaga fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan, pengatur tata air, penyerap karbon, serta habitat berbagai flora dan fauna. Kolaborasi antara Perhutani, LMDH, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan kawasan hutan yang aman dari ancaman kebakaran sehingga manfaat hutan dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *