Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Pengamanan Hutan Melalui Patroli Gabungan di BKPH Linduk

PURWODADI, PERHUTANI (15/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus meningkatkan upaya perlindungan kawasan hutan melalui kegiatan patroli gabungan yang dilaksanakan di Petak 163A RPH Welahan, BKPH Linduk, pada Rabu (15/07). Patroli dilakukan di areal tanaman jati tahun tanam 2012 dengan luas 12,3 hektare sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan hutan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau.

Kegiatan patroli dipimpin oleh Kepala BKPH Linduk, bersama Perwira Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, LMDH Jati Luhur, serta jajaran petugas Perhutani BKPH Linduk. Patroli dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan, memantau kondisi tegakan jati, memeriksa jalur-jalur rawan gangguan keamanan, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar turut menjaga kelestarian hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi arahan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah yang menekankan pentingnya peningkatan patroli terpadu, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan hutan, serta penguatan sinergi bersama aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Selain melakukan pengawasan terhadap kemungkinan pencurian kayu maupun perambahan kawasan hutan, petugas juga memantau kondisi serasah kering yang berpotensi menjadi bahan bakar apabila terjadi sumber api. Masyarakat yang dijumpai selama patroli diberikan edukasi agar tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun meninggalkan puntung rokok di kawasan hutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merusak ekosistem hutan, menurunkan kualitas lingkungan, serta mengganggu fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Linduk M. Bagus Nurul Iman mengatakan bahwa patroli gabungan merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan melalui kolaborasi dengan aparat keamanan dan masyarakat.

“Patroli gabungan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan kawasan hutan tetap aman, lestari, dan terhindar dari berbagai bentuk gangguan, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan yang meningkat pada musim kemarau. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran maupun merusak tegakan. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi bagi generasi mendatang,” ujarnya M Bagus.

Sementara itu, Perwira Pembina Jaga Wana Aiptu Wahyu Setiawan menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, LMDH, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi hutan yang aman dan kondusif.

“Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan. Oleh karena itu, patroli gabungan akan terus kami tingkatkan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun kebakaran hutan. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api, asap, ataupun aktivitas mencurigakan di kawasan hutan sehingga dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” jelasnya Aiptu Wahyu Setiawan.

Ketua LMDH Jati Luhur, Sukandar, turut mengapresiasi kegiatan patroli gabungan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui LMDH merupakan wujud kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian hutan agar tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan patroli gabungan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, aparat keamanan, LMDH, dan masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari sesuai dengan arahan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah. Dengan upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, penyimpan cadangan air, dan penyerap karbon dapat terus terjaga untuk mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *