MANTINGAN (19/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Tlogo, Suyatno, memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada para pesanggem di wilayah sekitar hutan, Minggu (19/07).
Kegiatan edukasi dilaksanakan secara langsung di lahan garapan wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngiri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya membakar sisa tanaman, pentingnya pembuatan sekat bakar, larangan menyalakan api unggun secara sembarangan selama musim kemarau, tata cara pelaporan apabila menemukan titik api, serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif Perhutani KPH Mantingan untuk melibatkan pesanggem sebagai mitra utama dalam pencegahan karhutla. Pesanggem yang setiap hari beraktivitas di kawasan hutan diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi secara dini potensi terjadinya kebakaran.
Administratur/Kepala KPH Mantingan melalui Kepala RPH Tlogo, Suyatno, menyampaikan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
“Saya turun langsung menemui Bapak Supardi, salah satu pesanggem di RPH Tlogo. Kami memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla dan mengajak beliau ikut mengawasi kawasan hutan. Pesanggem adalah mitra kami di lapangan. Apabila melihat asap atau api sekecil apa pun, segera laporkan kepada saya atau petugas Polisi Teritorial (Polter). Jangan membakar sisa rumput, sebaiknya dikumpulkan. Jika hutan aman, lahan garapan masyarakat juga akan tetap aman,” ujarnya.
Sementara itu, pesanggem Desa Sendangmulyo, Supardi, menyampaikan apresiasi atas edukasi yang diberikan Perhutani dan menyatakan kesiapannya untuk ikut menjaga kawasan hutan.
“Terima kasih kepada Pak KRPH yang telah memberikan penjelasan. Saya menjadi lebih memahami bahaya membakar lahan pada musim kemarau. Saya setiap hari berada di kawasan ini, sehingga apabila ada tanda-tanda kebakaran saya akan segera melaporkannya. Saya siap membantu menjaga hutan karena jika hutan terbakar, kami sebagai masyarakat juga akan merasakan kerugiannya,” ungkap Supardi.
Melalui kegiatan edukasi ini, Perhutani KPH Mantingan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat. Dengan melibatkan masyarakat yang beraktivitas langsung di kawasan hutan, deteksi dini dan penanganan awal karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
Perhutani KPH Mantingan akan terus melaksanakan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan melalui seluruh KRPH dan Polisi Teritorial (Polter) selama puncak musim kemarau 2026 sebagai upaya menjaga kelestarian hutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (Mnt/Ism)
Editor: Hening
Copyright © 2026













Leave a Reply