PURWODADI, PERHUTANI (24/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kegiatan patroli terpadu dan siaga kebakaran. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh jajaran BKPH Karangasem di sekitar Pos Bayangan RPH Peting, tepatnya di Petak 16 seluas 4,70 hektare yang berada dalam wilayah kerja RPH Peting, bersama LMDH Wana Tirta, pada Kamis (23/07).
Kegiatan patroli dan siaga ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko munculnya titik api. Selain melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan, petugas juga memastikan tidak terdapat aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembakaran lahan, pembuangan puntung rokok sembarangan, maupun penggunaan api terbuka di dalam kawasan hutan.
Selama patroli, petugas menyusuri sejumlah jalur rawan kebakaran di sekitar Pos Bayangan RPH Peting, melakukan pengecekan terhadap kondisi tegakan hutan, akses jalan patroli, serta memastikan sarana pendukung penanggulangan kebakaran berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa patroli rutin dan siaga kebakaran merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan sekaligus meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Musim kemarau menuntut seluruh jajaran Perhutani untuk meningkatkan kewaspadaan. Patroli dan siaga kebakaran ini menjadi upaya nyata dalam mendeteksi secara dini potensi kebakaran sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga sinergi antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat sangat diperlukan agar kawasan hutan tetap lestari, aman, dan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, maupun ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Sri Purwanto.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Pos Bayangan menjadi titik strategis dalam mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran, sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan awal sebelum api meluas ke kawasan hutan produksi.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Tirta, Dwi Raharto, mengapresiasi langkah Perhutani yang secara konsisten melibatkan masyarakat dalam kegiatan patroli dan pencegahan kebakaran hutan.
“Kami siap mendukung setiap upaya Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan. Hutan adalah sumber kehidupan bagi masyarakat, sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaganya dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan lainnya. Kami juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda munculnya titik api,” ungkap Dwi Raharto.
Melalui kegiatan patroli dan siaga kebakaran ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan semakin meningkat. Upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama diyakini menjadi langkah paling efektif dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, penyerap karbon, pengatur tata air, serta habitat berbagai keanekaragaman hayati dapat terus terjaga demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Editor : Diono













Leave a Reply