PURWODADI, PERHUTANI (27/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau dengan melaksanakan patroli gabungan preventif di kawasan hutan petak 162B seluas 4,60 hektare, tanaman jati tahun tanam 2015, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Welahan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Linduk, pada Senin (27/07).
Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Linduk sebagai langkah antisipatif dalam menjaga kawasan hutan dari potensi kebakaran yang meningkat seiring kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan. Patroli dilakukan dengan menyusuri areal hutan, memantau kondisi vegetasi, mengecek titik-titik rawan kebakaran, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain melakukan pengawasan langsung di lapangan, petugas juga memastikan jalur akses menuju lokasi tetap dapat dilalui apabila sewaktu-waktu diperlukan penanganan cepat terhadap potensi kebakaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial kawasan hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Linduk, M. Bagus Nurul Iman, menyampaikan bahwa patroli preventif merupakan langkah strategis untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada puncak musim kemarau.
“Patroli preventif kami laksanakan secara rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan menjadi prioritas utama karena kebakaran tidak hanya merusak tegakan tanaman jati, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem, habitat satwa, kualitas lingkungan, serta berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar hutan. Kami terus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu munculnya api,” jelas M. Bagus Nurul Iman.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani, pemerintah, aparat keamanan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kawasan hutan yang aman, lestari, dan terbebas dari ancaman kebakaran. Menurutnya, kesadaran masyarakat merupakan benteng pertama dalam menjaga keberlangsungan fungsi hutan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, warga Desa Lebak, Muhammad Surya, mengapresiasi langkah cepat Perhutani yang secara konsisten melaksanakan patroli dan pengawasan di kawasan hutan.
“Kami mendukung penuh kegiatan patroli yang dilakukan Perhutani. Kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa aman sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian hutan. Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau titik api sehingga kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ungkapnya Muhammad Surya.
Melalui kegiatan patroli gabungan preventif ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan melalui langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan. Dengan pengawasan yang intensif, edukasi kepada masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga kelestarian hutan tetap terjaga sebagai penyangga kehidupan, penyedia sumber daya alam, penyerap karbon, dan warisan lingkungan yang bernilai bagi generasi masa depan.
Editor : Diono













Leave a Reply