Perhutani KPH Kedu Selatan Perkuat Sinergi Rehabilitasi Hutan untuk Dukung FOLU Net Sink 2030

KEDU SELATAN, KEBUMEN (04/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan turut mendukung pelaksanaan kegiatan prakondisi Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) FOLU Net Sink 2030 yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo di Balai Desa Donorojo, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (01/08). Kegiatan ini merupakan tahapan awal untuk memastikan kesiapan lokasi, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta memperoleh dukungan masyarakat sebelum pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan.

Kegiatan prakondisi dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Kepala BPDAS Serayu Opak Progo Nomor ST.318/BPDAS.SOP/PKDAS/DAS.01.01/B/07/2026. Tim BPDAS melakukan verifikasi lapangan, identifikasi kondisi wilayah, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan para pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama BPDAS Serayu Opak Progo Fakhrudin beserta jajaran.

Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama BPDAS Serayu Opak Progo Fakhrudin menjelaskan bahwa verifikasi lokasi merupakan tahapan yang sangat penting dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

“Verifikasi bertujuan memastikan calon lokasi yang diusulkan benar-benar memenuhi persyaratan teknis, administratif, dan sosial sehingga pelaksanaan kegiatan RHL dapat berjalan tepat sasaran, efektif, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat maupun lingkungan. Tahapan ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan kesesuaian kondisi biofisik, status lahan, aksesibilitas, serta dukungan masyarakat sebelum kegiatan RHL dilaksanakan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani hadir sebagai mitra strategis melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalimandi Supratman yang mewakili KPH Kedu Selatan. Kehadiran Perhutani menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program RHL, khususnya pada kawasan yang berbatasan atau berkaitan dengan wilayah kelola Perhutani.

Melalui forum koordinasi tersebut, seluruh pihak membahas kesiapan lokasi, kondisi lapangan, serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mendukung target rehabilitasi hutan dan lahan. Sinergi antara BPDAS, Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program FOLU Net Sink 2030 yang bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan.

Administratur KPH Kedu Selatan melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalimandi Supratman menyampaikan bahwa Perhutani KPH Kedu Selatan siap mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai kewenangan serta terus menjalin koordinasi dengan seluruh pihak agar program rehabilitasi dapat berjalan dengan baik.

“Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan fungsi ekologis daerah aliran sungai,” ujarnya.

Melalui kegiatan prakondisi ini, diharapkan seluruh tahapan pelaksanaan RHL dapat berlangsung lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kelestarian hutan, konservasi sumber daya air, serta kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Komitmen bersama antara pemerintah, Perhutani, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta mendukung tercapainya target FOLU Net Sink 2030 di Kabupaten Kebumen. (Kds/Bhs).

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *