PURWODADI, PERHUTANI (05/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menghadiri Rapat Koordinasi Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang diselenggarakan Polres Grobogan di Aula Mapolres Grobogan, Rabu (05/08). Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk menyatukan langkah dan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola penanganan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Grobogan.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kapolres Grobogan AKBP Endhi Pratama dan dihadiri Wakil Bupati Grobogan, Dandim 0717/Grobogan, Administratur KPH Purwodadi, KPH Gundih, KPH Telawa, dan KPH Semarang beserta Wakil Administratur, BPBD Kabupaten Grobogan, Satpol PP Kabupaten Grobogan, PMI Kabupaten Grobogan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta membahas kondisi kerawanan kebakaran hutan dan lahan memasuki musim kemarau tahun 2026, kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, mekanisme koordinasi lintas instansi, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.
Pada kesempatan tersebut, Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, memaparkan kesiapan Perhutani KPH Purwodadi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan pada kawasan hutan seluas 19.636,5 hektare yang terdiri dari 8 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) dan 32 Resort Pemangkuan Hutan (RPH).
Dijelaskan bahwa kawasan hutan KPH Purwodadi terdiri atas hutan produksi seluas 16.838,5 hektare (86%), kawasan perlindungan seluas 2.415,9 hektare (12%), serta kawasan penggunaan lainnya seluas 386,1 hektare (2%). Berdasarkan pemetaan tingkat kerawanan, terdapat 122 petak rawan kebakaran dengan total luas mencapai 1.080,54 hektare yang menjadi prioritas pengawasan selama musim kemarau.
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi telah menyiapkan 61 personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, didukung 37 pos keamanan hutan yang terdiri atas 8 Pos Induk dan 29 Pos Bayangan, serta 133 unit sarana dan prasarana pengendalian karhutla berupa gepyok, garuk, helm, sepatu, rompi, dan peralatan pendukung lainnya yang tersebar di seluruh wilayah kerja.
Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menekan terjadinya kebakaran hutan. Oleh karena itu, Perhutani terus memperkuat kesiapsiagaan personel sekaligus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen menjaga kawasan hutan agar tetap aman dari ancaman kebakaran. Selain menyiapkan personel, pos siaga, dan sarana prasarana, kami juga mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pemasangan plang dan banner imbauan di kawasan hutan maupun lokasi strategis yang mudah dibaca masyarakat, patroli rutin, deteksi dini, serta peningkatan koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar hutan. Pencegahan merupakan kunci utama sehingga kolaborasi semua pihak menjadi sangat penting dalam mewujudkan zero kebakaran hutan di wilayah KPH Purwodadi,” jelas Untoro.
Lebih lanjut, Untoro menyampaikan bahwa menjelang puncak musim kemarau, Perhutani KPH Purwodadi telah melaksanakan berbagai kegiatan kesiapsiagaan, di antaranya Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla bersama TNI dan Polri di BKPH Sambirejo, Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Karhutla bersama Sat Samapta Polres Grobogan di BKPH Jatipohon, serta mengikuti Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Grobogan yang diselenggarakan di Mapolres Grobogan.
Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Endhi Pratama menekankan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Rapat koordinasi ini merupakan langkah untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan mekanisme penanganan telah siap apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kami mengapresiasi kesiapan Perhutani beserta seluruh instansi yang telah melakukan berbagai langkah preventif. Sinergitas yang telah terbangun harus terus dipertahankan sehingga setiap potensi kebakaran dapat dideteksi sejak dini dan ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu,” ujar AKBP Endhi Pratama.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026. Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat patroli terpadu, serta mengoptimalkan peran masyarakat sebagai mitra dalam menjaga kelestarian hutan agar tetap aman, lestari, dan produktif.
Editor : Diono
















Leave a Reply