PURWODADI, PERHUTANI (06/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran BKPH Penganten melaksanakan kegiatan permintaan data statistik Desa Penganten terkait dampak sosial bersama Lurah Desa Penganten Muhammad Junaidi dan Bidan Desa Penganten Hamdanah Alfa pada Kamis (6/08). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam memperoleh data yang akurat sebagai dasar penyusunan program pengelolaan hutan yang berorientasi pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Penganten tersebut diikuti oleh jajaran Perhutani BKPH Penganten bersama perangkat desa. Data statistik yang dihimpun meliputi kondisi kependudukan, tingkat kesejahteraan masyarakat, mata pencaharian, tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, serta berbagai indikator sosial lainnya yang berkaitan dengan keberadaan kawasan hutan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten Heru Sutikno, menjelaskan bahwa data statistik desa memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan kebijakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan.
“Kegiatan pengumpulan data statistik ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat secara objektif. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan berbagai program Perhutani, mulai dari pemberdayaan masyarakat, kemitraan kehutanan, hingga kegiatan sosial yang tepat sasaran. Dengan data yang akurat, setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan,” ujar Heru Sutikno.
Ia menambahkan bahwa Perhutani terus mendorong sinergi dengan pemerintah desa sebagai mitra dalam menciptakan pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek produksi, tetapi juga memperhatikan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. Melalui pemetaan dampak sosial yang komprehensif, Perhutani dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, potensi pengembangan ekonomi lokal, hingga berbagai tantangan sosial yang memerlukan perhatian bersama.
Sementara itu, Kepala Desa Penganten Muhammad Junaidi menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Perhutani. Menurutnya, koordinasi dan pertukaran data antarinstansi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan desa sekaligus menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan pengelola hutan.
“Kami mengapresiasi langkah Perhutani yang melibatkan pemerintah desa dalam pengumpulan data statistik. Data yang valid akan membantu berbagai pihak memahami kondisi riil masyarakat sehingga program pembangunan, pemberdayaan ekonomi, maupun kegiatan sosial dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran. Kami siap mendukung setiap program Perhutani yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Penganten,” ungkap Muhammad Junaidi.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap terbangun basis data sosial yang semakin lengkap sehingga mampu mendukung proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi berbagai program kemasyarakatan di wilayah kerja BKPH Penganten. Selain itu, data tersebut juga menjadi instrumen penting dalam mengukur dampak sosial dari berbagai kegiatan pengelolaan hutan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply