Cegah Karhutla, Perhutani KPH Purwodadi Ingatkan Pesanggem Tidak Membakar Serasah Jagung Sembarangan

PURWODADI, PERHUTANI (10/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten memberikan arahan kepada para pesanggem untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya saat melakukan pembersihan lahan pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan di petak 22 dan 23 RPH Terkesi BKPH Penganten, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perhutani menyampaikan imbauan kepada para pesanggem agar tidak melakukan pembakaran serasah atau sisa tanaman jagung secara sembarangan. Jika pembersihan lahan membutuhkan pembakaran, harus dilakukan dengan sangat hati-hati, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta memastikan api benar-benar padam sehingga tidak merembet dan menimbulkan kebakaran yang dapat mengancam kawasan hutan.

Arahan ini merupakan bagian dari langkah preventif Perhutani KPH Purwodadi dalam mengantisipasi potensi terjadinya Karhutla, terutama pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi dan serasah di sekitar kawasan hutan relatif mudah terbakar. Selain menjaga keamanan kawasan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi dan edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar turut berperan aktif menjaga kelestarian hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan.

“Para pesanggem kami arahkan agar tidak membakar serasah jagung sembarangan. Sisa tanaman yang kering sangat mudah terbakar dan apabila api tidak terkendali dapat merambat ke kawasan hutan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan pencegahan dan selalu memastikan kondisi lahan aman setelah melakukan pembersihan,” ujar Heru.

Menurutnya, sinergi dengan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelestarian hutan. Perhutani terus mendorong kesadaran masyarakat sekitar hutan agar setiap aktivitas di lahan garapan tetap memperhatikan aspek keamanan, kelestarian lingkungan, dan perlindungan kawasan hutan.

“Kelestarian hutan harus dijaga secara bersama-sama. Kami berharap para pesanggem dapat menjadi mitra Perhutani dalam mencegah kebakaran, termasuk segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tambahnya.

Sementara itu, Sugeng, salah satu pesanggem di petak 22 RPH Terkesi, menyambut baik arahan yang diberikan Perhutani. Ia mengaku memahami bahwa pembakaran serasah yang tidak terkendali dapat membahayakan tanaman maupun kawasan hutan di sekitarnya.

“Kami memahami arahan dari Perhutani. Dalam membersihkan lahan, kami akan lebih berhati-hati dan tidak membakar serasah jagung sembarangan. Kami juga siap ikut menjaga lingkungan dan membantu mencegah agar api tidak sampai merembet ke kawasan hutan,” ungkap Sugeng.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara Perhutani dan masyarakat pesanggem dalam menciptakan kondisi kawasan hutan yang aman dan lestari. Para pesanggem diingatkan untuk tidak meninggalkan sumber api, memastikan bara telah padam, serta segera melaporkan kepada petugas Perhutani apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya preventif dalam menghadapi ancaman Karhutla. Edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dari strategi perlindungan hutan, karena keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh masyarakat sekitar hutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *