Perhutani KPH Pekalongan Timur dan BKPH Randudongkal Hadir Berikan Dukungan kepada Keluarga Almarhum Penyadap

PEKALONGAN TIMUR (19/08/2026) | Kepedulian terhadap keluarga pekerja dan penyadap getah pinus kembali ditunjukkan jajaran BKPH Randudongkal. Sebagai bentuk solidaritas dan perhatian kepada keluarga yang sedang berduka, jajaran BKPH Randudongkal melaksanakan takziah ke rumah duka almarhum Kartono, salah satu penyadap getah pinus di wilayah RPH Bulakan.

Kegiatan takziah tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus ungkapan belasungkawa dari jajaran BKPH Randudongkal kepada keluarga almarhum. Kehadiran di tengah keluarga yang sedang berduka juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kekeluargaan antara jajaran pengelola dengan para pekerja yang selama ini telah berkontribusi dalam kegiatan produksi getah pinus.

Dalam kegiatan tersebut, Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper BKPH Randudongkal, Imron Ali Basach, hadir secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Kartono. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian jajaran pimpinan terhadap para penyadap yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Imron Ali Basach juga mengajak tenaga alih daya, Arif Setio Nugroho, untuk bersama-sama hadir di rumah duka. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dan solidaritas tidak hanya dibangun dalam aktivitas pekerjaan, tetapi juga ketika salah satu anggota keluarga besar menghadapi musibah.

Suasana penuh haru dan kekeluargaan terasa saat rombongan BKPH Randudongkal tiba di rumah duka. Kedatangan tersebut disambut keluarga almarhum dengan penuh kehangatan, meskipun suasana duka masih menyelimuti keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Asper BKPH Randudongkal, Imron Ali Basach, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum Kartono. Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada keluarga agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Kami dari BKPH Randudongkal turut merasakan duka yang mendalam atas kepergian beliau,” ungkap Imron.

Menurutnya, kegiatan takziah bukan sekadar bentuk penghormatan kepada almarhum, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap keluarga penyadap yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan kerja BKPH Randudongkal.

Para penyadap getah pinus memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan produksi. Mereka bekerja secara langsung di lapangan dan menjadi salah satu ujung tombak dalam pemanfaatan hasil hutan. Karena itu, hubungan antara jajaran pengelola dengan para penyadap tidak hanya sebatas hubungan pekerjaan, tetapi juga perlu dibangun atas dasar kebersamaan dan kepedulian.

Almarhum Kartono semasa hidupnya dikenal sebagai bagian dari tenaga penyadap getah pinus di wilayah RPH Bulakan. Dedikasi dan kontribusinya dalam menjalankan pekerjaan menjadi bagian dari perjalanan kegiatan produksi di lapangan.

Kepergian almarhum tentu meninggalkan duka bagi keluarga, rekan kerja, serta lingkungan tempat almarhum selama ini menjalankan aktivitasnya. Kehadiran jajaran BKPH Randudongkal di rumah duka diharapkan dapat memberikan penguatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan tersebut, Imron juga mengajak seluruh tenaga alih daya untuk terus menjaga hubungan baik dan rasa kekeluargaan. Menurutnya, kebersamaan perlu dipelihara bukan hanya ketika pekerjaan berjalan, tetapi juga dalam kondisi suka maupun duka.

“Ini menjadi bagian dari kepedulian kita. Kita semua adalah satu keluarga dalam lingkungan kerja. Ketika ada saudara kita yang mendapatkan musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan dukungan,” ujarnya.

Ajakan tersebut juga menjadi pesan bagi seluruh tenaga alih daya agar terus menjaga komunikasi dan solidaritas. Hubungan yang harmonis diyakini akan memberikan dampak positif terhadap suasana kerja sekaligus memperkuat kerja sama di lapangan.

Tenaga alih daya, Arif Setio Nugroho, yang turut hadir dalam kegiatan takziah tersebut menjadi salah satu perwakilan pekerja yang menunjukkan kepedulian terhadap keluarga almarhum. Kehadiran tenaga alih daya bersama jajaran pimpinan mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan di antara para pekerja.

Kegiatan takziah berlangsung dengan penuh kesederhanaan. Rombongan menyampaikan doa untuk almarhum dan memberikan dukungan kepada keluarga. Selain menjadi bentuk penghormatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi.

Bagi jajaran BKPH Randudongkal, perhatian terhadap para pekerja dan keluarganya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun lingkungan kerja yang harmonis. Ketika rasa saling peduli tumbuh, hubungan kerja dapat menjadi semakin kuat dan penuh rasa kekeluargaan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa para penyadap getah pinus bukan sekadar tenaga yang menjalankan pekerjaan produksi. Mereka merupakan bagian penting dari ekosistem kerja yang turut mendukung pencapaian kinerja pengelolaan hutan.

Oleh karena itu, kepedulian terhadap kondisi mereka menjadi hal yang penting. Dukungan moril, komunikasi, dan perhatian dari jajaran pengelola diharapkan mampu menciptakan rasa nyaman dan kebersamaan bagi seluruh tenaga yang terlibat.

Asper BKPH Randudongkal, Imron Ali Basach, menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus terus dijaga. Ia berharap para tenaga alih daya dapat saling mendukung dan membantu ketika menghadapi berbagai keadaan.

Dengan adanya kegiatan takziah ini, BKPH Randudongkal menunjukkan bahwa nilai kepedulian dan solidaritas menjadi bagian penting dalam kehidupan kerja. Hubungan yang dibangun tidak hanya berorientasi pada target produksi, tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan dan kekeluargaan.

Kunjungan ke rumah duka almarhum Kartono menjadi pengingat bahwa di balik aktivitas produksi getah pinus terdapat para pekerja yang memiliki dedikasi dan kontribusi besar. Mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk mendukung kegiatan pengelolaan hutan.

Kehadiran Asper BKPH Randudongkal bersama tenaga alih daya, Arif Setio Nugroho, diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kebersamaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Dalam suasana duka, kehadiran dan doa menjadi bentuk dukungan sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi keluarga yang ditinggalkan.

BKPH Randudongkal akan terus mendorong terciptanya hubungan yang harmonis dengan seluruh tenaga penyadap dan tenaga alih daya. Tidak hanya dalam upaya meningkatkan produktivitas getah pinus, tetapi juga dalam membangun rasa kekeluargaan dan kepedulian di lingkungan kerja.

Takziah kepada almarhum Kartono menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari capaian pekerjaan, tetapi juga dari seberapa kuat rasa kepedulian dan solidaritas yang tumbuh di antara seluruh anggotanya. (Pkt/Ran)

Editor: Nisa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *