MANTINGAN, (19/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngiri, Pariyo, didampingi seluruh Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) di wilayah BKPH Ngiri dan Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Danru Polhutmob) KPH Mantingan, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan tokoh masyarakat Desa Sendangmulyo terkait pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu siang (19/08).
Kegiatan tersebut berlangsung di rumah tokoh masyarakat, Jadi, di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu. Hadir dalam kegiatan tersebut KRPH Ngiri, KRPH Sangkrah, KRPH Tlogo, Danru Polhutmob KPH Mantingan, serta dua tokoh masyarakat Desa Sendangmulyo.
Komsos dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September. Kondisi serasah daun jati yang cukup tebal, sekitar 15–20 sentimeter, menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di kawasan hutan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Perhutani mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar kawasan hutan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di sepanjang jalan inspeksi yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Perhutani juga meminta dukungan tokoh masyarakat untuk menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pesan pencegahan karhutla kepada sekitar 650 kepala keluarga (KK) warga Desa Sendangmulyo. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting karena pencegahan kebakaran membutuhkan kewaspadaan dan partisipasi seluruh pihak.
Danru Polhutmob KPH Mantingan menegaskan bahwa patroli gabungan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran sekaligus menjaga keamanan kawasan hutan. Masyarakat juga diingatkan mengenai konsekuensi hukum bagi pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan.
Kepala BKPH Ngiri, Pariyo, menyampaikan bahwa dukungan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla di tingkat desa.
“Komsos karhutla kami laksanakan di rumah Pak Jadi, Desa Sendangmulyo. Saya mengajak seluruh KRPH di wilayah BKPH Ngiri, yaitu KRPH Ngiri, Sangkrah, dan Tlogo, serta Danru Polhutmob. Wilayah Ngiri memiliki serasah yang cukup tebal dan lokasinya berdekatan dengan permukiman desa. Saya meminta bantuan para tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada warga agar tidak bermain api. Puntung rokok harus dipastikan padam sebelum dibuang. Jika melihat asap atau indikasi kebakaran, segera laporkan. Tujuan kita satu, yaitu mewujudkan wilayah Ngiri zero karhutla. Terima kasih kepada Pak Jadi dan tokoh masyarakat lainnya yang bersedia menjadi perpanjangan tangan Perhutani. Hutan aman, kampung tenteram,” ujar Pariyo.
Tokoh masyarakat Desa Sendangmulyo, Jadi, menyatakan siap membantu Perhutani menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan. Ia juga berencana memasang banner larangan membakar di sejumlah pintu masuk kawasan hutan.
“Saya Jadi, tuan rumah, mengucapkan terima kasih kepada Pak Pariyo dan rombongan yang telah hadir. Tadi sudah disampaikan dengan jelas bahwa saat puncak kemarau kondisi hutan rawan terbakar. Kami para tokoh masyarakat siap membantu. Setelah ini saya akan mengumpulkan RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada warga agar menjaga hutan dan tidak melakukan pembakaran. Kalau hutan terbakar, yang rugi kita semua. Anak cucu kita juga akan terkena dampaknya. Saya memastikan Dusun Jadi ikut menjaga kawasan hutan. Kalau ada yang tetap membakar, akan langsung kami laporkan kepada petugas Perhutani. Kami siap menjaga Sendangmulyo tetap aman,” ungkap Jadi.
Selain menyampaikan imbauan, kegiatan komsos tersebut menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara Perhutani dan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla. Informasi mengenai kondisi kawasan hutan diharapkan dapat disampaikan secara cepat sehingga setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
Pendekatan langsung melalui tokoh masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sosialisasi. Tokoh masyarakat memiliki kedekatan dengan warga sehingga pesan mengenai pencegahan karhutla dapat diteruskan secara lebih mudah dan diterima oleh masyarakat.
Perhutani KPH Mantingan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar hutan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Kegiatan komsos di Desa Sendangmulyo menjadi salah satu bentuk langkah jemput bola BKPH Ngiri dalam menggandeng tokoh masyarakat sebagai agen pencegahan karhutla. Dengan komunikasi yang intensif dan keterlibatan masyarakat sejak awal, potensi kebakaran diharapkan dapat ditekan.
Administratur KPH Mantingan, Rohasan, mengapresiasi langkah jajaran BKPH Ngiri dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keterlibatan tokoh masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga kawasan hutan selama musim kemarau.
Melalui sinergi Perhutani, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan warga sekitar hutan, KPH Mantingan berkomitmen memperkuat upaya pencegahan karhutla. Semangat “Tokoh Bergerak, Api Tak Bergerak” menjadi penguat komitmen bersama untuk menjaga hutan tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Mnt/Ism)
Editor: Baim
Copyright © 2026













Leave a Reply