MANTINGAN, REMBANG (22/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengamanan kawasan melalui patroli bersama tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut menyasar Petak 60, 62, dan 64 yang berada di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang, Jumat (21/8).
Patroli dilaksanakan oleh Komandan Regu Polisi Hutan Mobile (Danru Polhutmob) KPH Mantingan, Adhi Saputro, bersama Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Pasedan, KRPH Sendangharjo, KRPH Nglangitan, jajaran mandor, serta tokoh masyarakat Desa Pasedan, Subari. Tim berkumpul di Pos Jaga RPH Pasedan sebelum menyusuri sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan dan karhutla.
Patroli gabungan yang berjumlah delapan orang tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman sekaligus mendeteksi secara dini potensi kebakaran, pembukaan lahan, maupun gangguan keamanan hutan lainnya.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi kawasan secara umum aman dan kondusif. Tim tidak menemukan titik api, asap, maupun aktivitas pembukaan lahan baru. Namun, di Petak 62 ditemukan dua jalur bekas jejak sepeda motor di tapal batas. Petugas kemudian memasang rambu larangan memasuki kawasan hutan. Selain itu, ditemukan satu pohon tumbang akibat angin yang langsung dicatat untuk keperluan inventarisasi.
Administratur KPH Mantingan melalui Danru Polhutmob KPH Mantingan, Adhi Saputro, mengatakan patroli bersama tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan gangguan keamanan hutan.
“Patroli gabungan menyasar Petak 62, 64, dan 60. Alhamdulillah kondisi kawasan aman. Namun, cuaca saat ini panas dan banyak daun kering sehingga potensi kebakaran tetap tinggi. Kami meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Apabila melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas,” ujar Adhi Saputro.
Ia menambahkan, patroli akan terus ditingkatkan, terutama pada waktu-waktu yang dinilai rawan. Selain pengawasan langsung, petugas juga menggandeng tokoh masyarakat untuk memperluas sosialisasi kepada warga sekitar hutan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pasedan, Subari, menyambut baik keterlibatan masyarakat dalam kegiatan patroli bersama Perhutani. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.
“Kami senang bisa ikut patroli bersama Perhutani. Kondisi hutan masih bagus dan harus kita jaga bersama. Saya mengimbau warga agar tidak membakar sampah di kawasan hutan dan tidak mengambil kayu sembarangan. Kalau menemukan api atau asap, segera laporkan kepada petugas,” ungkap Subari.
Subari juga menyatakan kesiapannya untuk membantu Perhutani menggerakkan masyarakat dalam melakukan pengawasan lingkungan sekitar serta menyebarluaskan informasi terkait pencegahan karhutla.
Patroli bersama Perhutani, jajaran Polisi Hutan, dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pengamanan kawasan hutan selama musim kemarau 2026. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi karhutla maupun gangguan keamanan hutan lainnya.
Perhutani KPH Mantingan berkomitmen meningkatkan patroli dan memperkuat komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan hutan tetap aman, lestari, dan terbebas dari kebakaran. (Mnt/Ism)
Editor: Diono
Copyright © 2026













Leave a Reply