PURWODADI, PERHUTANI (24/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten melaksanakan kegiatan syukuran wiwitan tebangan di petak 30C1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plosokerep, BKPH Penganten, pada Jumat (21/08). Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama sebelum pelaksanaan kegiatan tebangan, dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan yang tertib, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan di kawasan hutan petak 30C1 dengan luas 3,90 hektare, yang terdiri atas tanaman Mahoni dengan target produksi 152,930 meter kubik (M³) dan tanaman Jati dengan target 49,033 M³. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Perhutani BKPH Penganten bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jurang Jero, Desa Penganten, Kecamatan Klambu.
Syukuran wiwitan atau bancaan dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan dan kelancaran dalam menjalankan kegiatan pengelolaan sumber daya hutan. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perhutani bersama masyarakat melakukan doa bersama dan bancaan sebagai simbol permohonan keselamatan, kelancaran, serta hasil yang baik selama proses tebangan berlangsung.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Heru Sutikno, menyampaikan bahwa tradisi wiwitan merupakan bagian dari bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat komunikasi dan sinergi antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan.
“Syukuran wiwitan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan tebangan di petak 30C1 dapat berjalan dengan aman, lancar dan sesuai dengan ketentuan. Kami juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kelestarian hutan,” ujar Heru.
Menurutnya, kegiatan tebangan merupakan bagian dari pengelolaan hutan yang telah direncanakan dengan memperhatikan aspek teknis, produksi, sosial, dan lingkungan. Setelah kegiatan tebangan, Perhutani tetap berkomitmen melakukan kegiatan pemeliharaan serta memastikan keberlanjutan fungsi hutan melalui kegiatan penanaman dan pengelolaan kawasan secara berkesinambungan.
“Target produksi bukan menjadi satu-satunya orientasi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengelolaan hutan tetap memperhatikan kelestarian. Setiap kegiatan harus dilakukan secara tertib dan terukur sehingga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tambah Heru.
Sementara itu, Ketua LMDH Jurang Jero, Warsimin, mengapresiasi kegiatan syukuran wiwitan yang dilaksanakan bersama Perhutani. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena selain menjadi tradisi ungkapan rasa syukur, juga memperkuat hubungan antara masyarakat dengan Perhutani dalam menjaga kawasan hutan.
“Kami masyarakat LMDH Jurang Jero sangat mendukung kegiatan wiwitan ini. Bancaan dan doa bersama menjadi bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar kegiatan tebangan diberikan keselamatan dan kelancaran. Kami juga siap membantu Perhutani menjaga hutan agar tetap aman dan lestari,” ungkap Warsimin.
Warsimin menambahkan bahwa masyarakat desa hutan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mencegah gangguan keamanan hutan, menjaga tanaman, serta mendukung kegiatan penanaman kembali.
Kegiatan syukuran wiwitan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pemanfaatan hasil hutan harus berjalan seimbang dengan upaya pelestarian. Dengan pengelolaan yang sesuai aturan, pengawasan yang baik, serta dukungan masyarakat desa hutan, keberadaan hutan di wilayah BKPH Penganten diharapkan tetap memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply