GUNDIH, (28/08/2026) | Kekeringan yang melanda selama dua bulan terakhir membuat ratusan warga Dusun Senggot, Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih. Seluruh sumber mata air di kawasan hutan mulai mengering, sementara cadangan air hujan yang ditampung warga telah habis.
Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menggunakan truk tangki yang disalurkan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih melalui program Perhutani Peduli disambut antusias masyarakat. Ratusan warga berbondong-bondong mengantre sambil membawa jeriken. Bahkan, sejumlah warga telah menempatkan jeriken mereka di lokasi pembagian beberapa jam sebelum truk tiba.
Petugas Perhutani bersama perangkat desa memandu warga agar proses pendistribusian air bersih berjalan tertib pada Kamis (27/08).
Salah seorang warga Dusun Senggot, Mumun, mengungkapkan bahwa selama musim kemarau ia terpaksa membeli air hingga dua kali dalam sepekan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami membeli air karena sumber mata air di sini sangat sedikit dan tidak mencukupi sama sekali. Selama ini kami mengandalkan air hujan yang ditampung di rumah. Karena sekarang tidak ada hujan, kalau ada uang kami membeli air. Kalau tidak ada, kami mencari air ke hutan,” ujar Mumun.
Ia menambahkan, tidak turunnya hujan selama dua bulan membuat persediaan air warga semakin kritis. Warga sempat menyusuri kawasan hutan untuk mencari sumber mata air baru, tetapi hampir seluruhnya telah mengering. Bagi warga yang memiliki kemampuan ekonomi, mereka memilih membeli air tangki berkapasitas 10.000 liter dengan harga Rp300.000 hingga Rp400.000.
Melihat kondisi tersebut, Perhutani KPH Gundih melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jambon mengerahkan 10 tangki air bersih untuk didistribusikan ke sejumlah dusun di Desa Jambon.
Wakil Administratur Perhutani KPH Gundih, Yulianto, menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut difokuskan untuk membantu masyarakat desa di sekitar kawasan hutan.
“Perhutani Peduli memberikan bantuan air bersih kepada warga sekitar hutan di Dusun Senggot sebanyak 10 tangki. Hari ini merupakan kegiatan tahap kedua, dan bantuan ini nantinya didistribusikan secara bertahap ke seluruh wilayah BKPH Jambon,” kata Yulianto.
Yulianto berharap penyaluran bantuan air bersih tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.
Melalui program Perhutani Peduli, Perum Perhutani KPH Gundih terus berupaya hadir di tengah masyarakat sekitar hutan, khususnya ketika menghadapi kondisi kekeringan yang berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih. (Gdh/Dwi)
Editor: Baim
Copyright © 2026
















Leave a Reply