KEDU SELATAN, (31/08/2026) | Perum Perhutani KPH Kedu Selatan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut) serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pelaksanaan patroli bersama di wilayah hutan pada Sabtu (29/08). Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, kelestarian, serta keberlanjutan fungsi kawasan hutan.
Patroli bersama melibatkan Perhutani melalui RPH Kaliwiro serta sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Polres Wonosobo, Polsek Kalikajar, Koramil Kalikajar, pemerintah desa, SAR RB Kaliwiro, dan masyarakat desa sekitar hutan. Keterlibatan seluruh unsur tersebut diharapkan dapat membangun sistem pencegahan yang terpadu, cepat, dan responsif terhadap berbagai potensi kerawanan di lapangan.
Kegiatan patroli tidak hanya difokuskan pada pencegahan berbagai bentuk gangguan keamanan hutan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Melalui pemantauan langsung di kawasan hutan, tim mengidentifikasi titik-titik rawan, aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran, penggunaan api yang tidak terkendali, serta kondisi kawasan yang memerlukan perhatian khusus.
Selain melakukan pemantauan, tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya Karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan kepada pihak terkait.
Administratur KPH Kedu Selatan melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Kaliwiro, Kharisma Alfian, menyampaikan bahwa upaya menjaga keamanan dan kelestarian hutan tidak dapat dilakukan secara mandiri. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah desa, unsur relawan, hingga masyarakat sekitar hutan.
“Menjaga keamanan dan kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi dengan seluruh stakeholder sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah pencegahan sejak dini, khususnya terhadap Gukamhut dan Karhutla,” ujar Kharisma.
Ia berharap patroli bersama dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga potensi gangguan keamanan maupun kebakaran dapat segera terdeteksi dan ditangani. Menurutnya, kehadiran petugas bersama masyarakat di lapangan juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kawasan hutan.
Salah satu pekerja lapangan Perhutani, Sumarno, menyampaikan harapannya agar kegiatan patroli dan komunikasi dengan masyarakat terus ditingkatkan. Menurutnya, keterlibatan pekerja dan masyarakat di sekitar hutan sangat membantu dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan sejak dini.
“Kami berharap patroli seperti ini terus dilakukan secara rutin. Dengan komunikasi yang baik antara petugas, masyarakat, dan aparat, setiap potensi gangguan maupun kebakaran dapat diketahui lebih cepat sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan patroli bersama secara berkelanjutan, Perhutani KPH Kedu Selatan bersama seluruh stakeholder berkomitmen meminimalkan potensi Gukamhut dan Karhutla. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kawasan hutan yang aman, lingkungan yang lestari, serta masyarakat sekitar hutan yang semakin peduli dan aktif menjaga kelestarian hutan. Bersama menjaga hutan, mencegah kebakaran, dan mewujudkan hutan yang aman serta lestari. (Kds/Bhs)
Editor: Baim
Copyright © 2026













Leave a Reply