Perhutani KPH Mantingan Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Karhutla di Blora

MANTINGAN (06/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang Suratno menghadiri Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 01/Blora. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Minggu (07/09/2026).

Sosialisasi tersebut bertujuan menyatukan persepsi dan langkah antara TNI, Polri, Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla, khususnya di wilayah yang rawan kebakaran di Kabupaten Blora.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPH Medang KPH Mantingan Suratno, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sendangharjo, Kepala RPH Nglangitan, Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Medang, Komandan Koramil (Danramil) 01/Blora Kota Kapten Inf. Sumanto, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Blora Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nur Dwi Edie W., Kepala Desa Sendangharjo, Kepala Desa Ngampel, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapten Inf. Sumanto menyampaikan bahwa Karhutla merupakan ancaman yang harus dihadapi secara bersama-sama. Ia mengajak seluruh unsur untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Karhutla adalah musuh kita bersama. Kodim 0721/Blora mengajak semua unsur untuk turun bersama. TNI siap membantu pemadaman, patroli, dan sosialisasi ke desa. Mari kita cegah sebelum terjadi,” ujar Sumanto.

Sementara itu, Kepala BKPH Medang Suratno menyampaikan materi mengenai wilayah rawan Karhutla yang berada dalam wilayah kerja BKPH Medang. Ia menjelaskan bahwa BKPH Medang meliputi RPH Sendangharjo dan RPH Nglangitan yang berbatasan langsung dengan Desa Sendangharjo dan Desa Ngampel. Kondisi hutan jati muda yang diselingi alang-alang menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi potensi kebakaran.

Menurut Suratno, sebagian besar kejadian Karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan, puntung rokok, dan pembakaran sampah. Oleh karena itu, pemerintah desa diharapkan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, antara lain dengan mengaktifkan perlindungan masyarakat (Linmas) serta menyampaikan larangan pembakaran melalui pengeras suara masjid.

Ia juga mengingatkan bahwa pelaku pembakaran hutan dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013.

Dari unsur kepolisian, Kapolsek Blora Kota AKP Nur Dwi Edie W. menegaskan kesiapan jajarannya untuk melakukan penegakan hukum sekaligus mengedepankan langkah pencegahan.

“Dari Polsek kami siap memproses secara hukum. Namun, lebih baik kita cegah. Bhabinkamtibmas akan masuk ke desa-desa. Jika ada yang melihat kebakaran, segera laporkan melalui 110 atau langsung kepada Babinsa dan KRPH,” ungkap Nur Dwi Edie W.

Kepala Desa Sendangharjo dan Kepala Desa Ngampel juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui RT dan RW, membentuk Relawan Desa Siaga Karhutla, serta menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan apabila terjadi kebakaran.

Sementara itu, Kepala RPH Sendangharjo dan Kepala RPH Nglangitan melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan sekat bakar serta menginventarisasi peralatan yang tersedia di masing-masing RPH sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.

Mewakili Administratur KPH Mantingan Rohasan, Kepala BKPH Medang Suratno menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan.

“Hari ini kami dari KPH Mantingan, diwakili saya, Suratno, Kepala BKPH Medang, bersama Kepala RPH Sendangharjo dan Kepala RPH Nglangitan, hadir memenuhi undangan Koramil 01/Blora di Balai Desa Sendangharjo. Sinergi ini penting. Kalau TNI, Polri, Perhutani, dan desa kompak, Karhutla bisa kita cegah. Kami siap mendukung penuh,” ujar Suratno.

Kapten Inf. Sumanto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir serta mengajak seluruh unsur untuk bergerak bersama dalam mewujudkan Kabupaten Blora yang aman dari ancaman kebakaran.

“Saya Kapten Sumanto. Kita buat Blora tanpa asap. Mulai dari desa. Terima kasih Perhutani, Polsek, dan para kepala desa sudah hadir. Kita jalan bersama,” ujarnya.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Sendangharjo tersebut menjadi proyek percontohan Kodim 0721/Blora yang selanjutnya akan dikembangkan ke Koramil lain di wilayah Kabupaten Blora. Dengan adanya koordinasi dan satu komando di tingkat desa, respons terhadap kejadian kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla.

Administratur KPH Mantingan Rohasan berpesan agar jajaran Perhutani terus hadir dalam setiap kegiatan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) maupun TNI.

“Hadiri setiap undangan Forkopimcam dan TNI. Perhutani harus ada di tengah masyarakat. Hutan lestari dimulai dari desa yang sadar,” pesannya. (Mnt/Ism)

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *