PURWODADI, PERHUTANI (08/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Tawangharjo melaksanakan kegiatan preventif penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RPH Tlogomanik, BKPH Pojok, pada Selasa (8/9).
Kegiatan tersebut menyasar petak 43, 53, 54 dan 39 RPH Tlogomanik sebagai bagian dari langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di kawasan hutan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perhutani BKPH Pojok bersama Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan sekaligus penguatan koordinasi dalam upaya pencegahan Karhutla. Selain memastikan kondisi kawasan tetap aman, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang dapat mengancam kelestarian hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok Bambang Riantono menyampaikan bahwa kegiatan preventif merupakan langkah penting dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
“Pencegahan Karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Perhutani terus meningkatkan kegiatan patroli, pemantauan kawasan serta koordinasi dengan aparat dan masyarakat sekitar hutan. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama penggunaan api di sekitar kawasan hutan,” ujar Bambang.
Menurutnya, kelestarian hutan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan tegakan pohon, tetapi juga menyangkut keberlanjutan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, habitat berbagai flora dan fauna, serta sumber manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan kebakaran harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh pihak.
Sementara itu, Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono menyatakan bahwa Polsek Tawangharjo siap mendukung langkah Perhutani dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di wilayah hukumnya.
“Kami bersama Perhutani akan terus bersinergi melakukan upaya preventif melalui patroli dan pemantauan kawasan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” ungkap AKP Sartono.
Ia menambahkan bahwa pencegahan sejak dini merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas. Sinergi antara Perhutani, kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan kondisi kawasan hutan yang aman dan terbebas dari ancaman Karhutla.
Kegiatan preventif tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan melalui penguatan pengawasan lapangan serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Perhutani mengajak masyarakat sekitar hutan untuk turut berperan aktif menjaga kawasan hutan dengan tidak membakar lahan, tidak membuang benda yang dapat memicu api, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran. Dengan kepedulian dan sinergi bersama, potensi Karhutla dapat ditekan sehingga kelestarian hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Editor : Diono













Leave a Reply