BANYUMAS BARAT, (10/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melakukan kunjungan koordinasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0703/Cilacap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan sistem pengamanan dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam. Pertemuan yang membahas pemantapan sinergi dalam pengelolaan kawasan hutan pesisir dan daratan tersebut berlangsung di Markas Kodim 0703/Cilacap, Kabupaten Cilacap.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bersama KPH Banyumas Timur dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Administratur KPH Banyumas Barat Herry Merkusiyanto Putro dan Administratur KPH Banyumas Timur Syaellendra. Kedua pimpinan tersebut disambut langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0703/Cilacap Letkol Infanteri Aryudha Sakti.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat dan KPH Banyumas Timur membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi gangguan keamanan hutan (Gukamhut), mitigasi bencana alam, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan kehutanan secara produktif tanpa mengganggu kelestarian ekosistem.
Administratur KPH Banyumas Barat Herry Merkusiyanto Putro menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor antara Perhutani dan TNI merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kelestarian aset negara. Mengingat luasnya wilayah hutan yang menjadi wilayah pangkuan KPH Banyumas Barat dan KPH Banyumas Timur serta berbatasan dengan permukiman dan garis pantai Cilacap, pengamanan secara terpadu dinilai sangat diperlukan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa yang selalu diberikan oleh jajaran Kodim 0703/Cilacap. Pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh Perhutani saja. Dibutuhkan sinergi yang kokoh dengan TNI, khususnya dalam hal deteksi dini potensi konflik sosial, penegakan hukum terhadap pembalakan liar, serta kesiapsiagaan penanganan Karhutla. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman bagi kelestarian hutan sekaligus memberikan ruang bagi pemanfaatan kawasan secara legal dan produktif demi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Herry.
Sementara itu, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bersama KPH Banyumas Timur mendapat dukungan dari Dandim 0703/Cilacap Letkol Infanteri Aryudha Sakti. Ia menegaskan komitmen jajaran TNI Angkatan Darat di tingkat kewilayahan untuk mengawal program-program strategis nasional di bidang kehutanan dan lingkungan hidup. Menurutnya, stabilitas keamanan di kawasan hutan memiliki keterkaitan langsung dengan kondusivitas wilayah.
“Kodim 0703/Cilacap beserta seluruh jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di lapangan siap memberikan pengawalan dan pendampingan kepada Perhutani. Hutan merupakan kekayaan negara yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang sangat vital. Oleh karena itu, menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami akan mengoptimalkan personel di lapangan untuk membantu mitigasi bencana, mencegah kebakaran lahan, hingga mendukung pemanfaatan lahan Perhutani dalam program Daulat Mandiri Pangan secara terpadu. Hubungan baik yang telah terjalin ini akan terus kita tingkatkan demi kemajuan wilayah Kabupaten Cilacap,” tegas Aryudha Sakti.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bersama KPH Banyumas Timur dan Kodim 0703/Cilacap sepakat meningkatkan frekuensi patroli gabungan di titik-titik rawan kawasan hutan serta memantapkan komunikasi secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons terhadap berbagai dinamika yang terjadi di lapangan sekaligus menjaga keamanan, kelestarian, dan fungsi kawasan hutan bagi masyarakat. (Byb/Twn).
Editor: Baim
Copyright © 2026













Leave a Reply