GROBOGAN (15/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang meningkatkan pengamanan kawasan hutan melalui patroli gabungan untuk mencegah gangguan keamanan hutan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (15/09) dengan menyisir kawasan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungjati dan BKPH Padas.
Perhutani KPH Semarang dalam kegiatan tersebut melibatkan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tempuran, Kepala RPH Kedungjati Barat, Kepala RPH Kedungjati Timur, jajaran BKPH Kedungjati, Kepala RPH Panimbo, Kepala RPH Gedangan, serta Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) KPH Semarang bersama anggota. Kegiatan tersebut juga melibatkan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Jati Supriyadi sebagai bentuk sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
Patroli dilakukan dengan menyisir kawasan hutan pada Petak 35 hingga Petak 51. Petugas melakukan pemantauan kondisi kawasan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan hutan dan indikasi yang dapat memicu terjadinya Karhutla.
Dari hasil patroli, kondisi kawasan hutan yang disisir dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun indikasi kebakaran selama pelaksanaan patroli.
Wakil Administratur KPH Semarang Andi Henu Susanto, ditemui di tempat berbeda, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan langkah preventif yang perlu dilakukan secara rutin, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan keamanan hutan dan Karhutla.
“Patroli lapangan merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan. Sinergi antara jajaran Perhutani dan masyarakat juga sangat penting karena pengamanan hutan membutuhkan kepedulian dan peran bersama,” ujar Andi Henu.
Ia menambahkan bahwa jajaran Perhutani akan terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan, terutama pada wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan maupun risiko Karhutla.
Sementara itu, anggota LMDH Wono Jati Supriyadi menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan patroli bersama yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dapat membantu mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan potensi gangguan di lapangan.
“Kami mendukung kegiatan patroli bersama ini. Masyarakat sekitar hutan juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keamanan kawasan dan segera menyampaikan kepada petugas apabila melihat adanya hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan atau kebakaran,” ungkap Supriyadi.
Melalui patroli gabungan tersebut, Perhutani KPH Semarang terus meningkatkan pengamanan kawasan hutan melalui pendekatan preventif, deteksi dini, dan sinergi dengan masyarakat. Kegiatan patroli akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menjaga kawasan hutan tetap aman, kondusif, dan terhindar dari gangguan keamanan maupun Karhutla. (Smg/Noe)
Editor: Intan
Copyright © 2026













Leave a Reply