Perhutani KPH Purwodadi Gelar Rapat Dinas Bersama Mitra Kayu, Dorong Percepatan Pendapatan Sektor Kayu

PURWODADI, PERHUTANI (11/09/2026) |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan Rapat Dinas (Radin) bersama para mitra kayu KPH Purwodadi dalam rangka memperkuat sinergi sekaligus mendorong percepatan pendapatan dari sektor kayu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Perhutani KPH Purwodadi, Jumat (11/09).

Rapat Dinas diikuti jajaran Perhutani KPH Purwodadi bersama mitra kayu sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih efektif dalam pelaksanaan kegiatan bisnis kayu. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk melakukan evaluasi, menyamakan persepsi, membahas perkembangan kegiatan penjualan dan penyerapan kayu, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu ditindaklanjuti guna mendukung pencapaian target pendapatan perusahaan.

Dalam rapat tersebut, pembahasan diarahkan pada pentingnya percepatan proses bisnis sektor kayu secara terukur, mulai dari kesiapan produksi, ketersediaan kayu, mekanisme penjualan, penyerapan oleh mitra, hingga kelancaran administrasi dan pembayaran. Dengan komunikasi yang intensif antara Perhutani dan mitra, diharapkan setiap potensi hambatan dapat segera dicarikan solusi sehingga proses bisnis dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan perusahaan.

Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, menyampaikan bahwa Rapat Dinas bersama mitra kayu merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh proses bisnis sektor kayu berjalan sesuai target.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk melakukan evaluasi bersama sekaligus menyatukan langkah antara Perhutani dan mitra kayu. Kami ingin memastikan seluruh proses dari sisi produksi, penjualan, penyerapan, hingga penyelesaian administrasi dapat berjalan dengan baik. Percepatan pendapatan dari sektor kayu membutuhkan sinergi dan komitmen bersama, sehingga setiap kendala di lapangan perlu segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi,” ujar Henry Kristiawan.

Menurutnya, mitra kayu memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran penyerapan hasil produksi Perhutani. Oleh karena itu, hubungan kemitraan harus dibangun berdasarkan komunikasi, keterbukaan, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Target pendapatan harus kita kawal bersama. Perhutani akan terus melakukan penguatan koordinasi agar potensi produksi yang ada dapat terserap secara optimal. Di sisi lain, kami juga berharap mitra dapat meningkatkan komitmen dalam penyerapan kayu sehingga siklus bisnis dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan hasil yang maksimal bagi perusahaan,” tambahnya Henry Kristiawan.

Sementara itu, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi, Aries Supriyanto, menjelaskan bahwa percepatan pendapatan sektor kayu harus didukung dengan kesiapan produksi dan pengelolaan kegiatan yang tertib. Rapat Dinas menjadi sarana untuk menyelaraskan antara rencana produksi dengan kebutuhan dan kemampuan penyerapan pasar.

“Dari sisi produksi, kami terus melakukan pemantauan terhadap kesiapan kayu yang dapat dipasarkan serta memastikan prosesnya berjalan sesuai ketentuan. Koordinasi dengan mitra menjadi sangat penting agar antara ketersediaan kayu dan kebutuhan pasar dapat berjalan seimbang. Dengan demikian, kayu yang telah siap dapat segera terserap dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan KPH,” terang Aries Supriyanto.

Aries menambahkan, komunikasi secara berkala dengan mitra juga diperlukan untuk memperoleh masukan mengenai kondisi pasar, kebutuhan jenis dan ukuran kayu, serta berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan penyerapan. Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi Perhutani dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis kayu.

Dari pihak mitra kayu, Lilik dari UD Wono Jati, menyambut baik pelaksanaan Rapat Dinas tersebut. Menurutnya, forum komunikasi antara Perhutani dan mitra sangat membantu dalam membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan serta perkembangan bisnis kayu.

“Kami mengapresiasi adanya rapat bersama seperti ini karena dapat menjadi wadah untuk menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus menyamakan langkah dengan Perhutani. Kami sebagai mitra tentu berkomitmen mendukung percepatan penyerapan kayu sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap proses kerja sama dapat semakin lancar dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” kata Lilik.

Pelaksanaan Rapat Dinas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mempercepat realisasi pendapatan KPH Purwodadi dari sektor kayu. Sinergi antara Perhutani dengan mitra kayu akan terus diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan.

Dengan adanya kesamaan persepsi, kesiapan produksi, peningkatan penyerapan kayu, serta penyelesaian proses administrasi secara tepat waktu, Perhutani KPH Purwodadi optimistis potensi sektor kayu dapat dikelola secara maksimal. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan pendapatan secara sehat, transparan, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan prinsip pengelolaan hutan secara lestari.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *