Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Komunikasi Sosial Bersama KTH Jaringan untuk Persiapan Tanaman Jati 2026

PURWODADI, PERHUTANI (23/09/2026) |  Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung melaksanakan komunikasi sosial bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Jaringan petak 73 C RPH Sepreh, terkait persiapan tanaman Jati tahun 2026 seluas 21,5 hektare, pada Senin (21/09).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Perhutani dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar hutan, khususnya kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan kawasan hutan. Komunikasi dilakukan untuk memastikan persiapan kegiatan tanaman Jati tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan lahan, pelaksanaan kegiatan penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

Dalam komunikasi tersebut, jajaran Perhutani BKPH Bandung menyampaikan pentingnya keterlibatan dan kepedulian masyarakat terhadap keberhasilan tanaman. Kelompok tani hutan diharapkan dapat berperan aktif membantu menjaga tanaman yang telah ditanam, sekaligus mendukung upaya perlindungan kawasan hutan dari berbagai potensi gangguan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan kelompok tani hutan merupakan langkah penting untuk menyatukan pemahaman dalam pelaksanaan kegiatan tanaman tahun 2026.

“Persiapan tanaman Jati tahun 2026 di petak 73 C RPH Sepreh dengan luas 21,5 hektare perlu didukung dengan komunikasi dan koordinasi yang baik antara Perhutani dengan kelompok tani hutan. Kami berharap seluruh pihak dapat berperan aktif agar kegiatan tanaman mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya Arie Gunawan.

Arie menambahkan, keberhasilan tanaman tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Karena itu, pihaknya mengajak kelompok tani hutan dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga tanaman dari gangguan, termasuk kebakaran hutan dan lahan, penggembalaan liar maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya komunikasi sosial yang intensif, kami berharap terbangun kepedulian dan kesadaran bersama untuk menjaga kawasan hutan sehingga tanaman Jati yang dipersiapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan serta masyarakat sekitar hutan,” imbuhnya Arie Gunawan.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Hutan Jaringan petak 73 C RPH Sepreh, Mukmin, menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, koordinasi secara langsung memberikan pemahaman kepada anggota kelompok mengenai pentingnya mempersiapkan dan menjaga keberhasilan tanaman Jati tahun 2026.

“Kami siap mendukung Perhutani dalam persiapan tanaman Jati tahun 2026 di petak 73 C. Kelompok tani akan berupaya membantu sesuai peran kami, terutama dalam menjaga tanaman dan kawasan hutan agar tetap aman dan terpelihara,” ungkap Mukmin.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan hutan memiliki manfaat penting bagi kehidupan masyarakat sehingga perlu dijaga secara bersama-sama. Dengan komunikasi yang baik antara Perhutani dan kelompok tani, diharapkan kegiatan pengelolaan hutan dapat berjalan secara harmonis serta memberikan manfaat jangka panjang.

Kegiatan komunikasi sosial tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan dalam mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Melalui persiapan yang matang, keterlibatan kelompok tani, serta kepedulian terhadap keamanan dan kelestarian kawasan, tanaman Jati tahun 2026 di petak 73 C RPH Sepreh diharapkan dapat tumbuh optimal dan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan fungsi hutan.

Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar hutan sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, aman, produktif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

PURWODADI, PERHUTANI (23/09/2026) |  Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung melaksanakan komunikasi sosial bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Jaringan petak 73 C RPH Sepreh, terkait persiapan tanaman Jati tahun 2026 seluas 21,5 hektare, pada Senin (21/09).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Perhutani dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar hutan, khususnya kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan kawasan hutan. Komunikasi dilakukan untuk memastikan persiapan kegiatan tanaman Jati tahun 2026 dapat berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan lahan, pelaksanaan kegiatan penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

Dalam komunikasi tersebut, jajaran Perhutani BKPH Bandung menyampaikan pentingnya keterlibatan dan kepedulian masyarakat terhadap keberhasilan tanaman. Kelompok tani hutan diharapkan dapat berperan aktif membantu menjaga tanaman yang telah ditanam, sekaligus mendukung upaya perlindungan kawasan hutan dari berbagai potensi gangguan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan kelompok tani hutan merupakan langkah penting untuk menyatukan pemahaman dalam pelaksanaan kegiatan tanaman tahun 2026.

“Persiapan tanaman Jati tahun 2026 di petak 73 C RPH Sepreh dengan luas 21,5 hektare perlu didukung dengan komunikasi dan koordinasi yang baik antara Perhutani dengan kelompok tani hutan. Kami berharap seluruh pihak dapat berperan aktif agar kegiatan tanaman mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya Arie Gunawan.

Arie menambahkan, keberhasilan tanaman tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Karena itu, pihaknya mengajak kelompok tani hutan dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga tanaman dari gangguan, termasuk kebakaran hutan dan lahan, penggembalaan liar maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya komunikasi sosial yang intensif, kami berharap terbangun kepedulian dan kesadaran bersama untuk menjaga kawasan hutan sehingga tanaman Jati yang dipersiapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan serta masyarakat sekitar hutan,” imbuhnya Arie Gunawan.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Hutan Jaringan petak 73 C RPH Sepreh, Mukmin, menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, koordinasi secara langsung memberikan pemahaman kepada anggota kelompok mengenai pentingnya mempersiapkan dan menjaga keberhasilan tanaman Jati tahun 2026.

“Kami siap mendukung Perhutani dalam persiapan tanaman Jati tahun 2026 di petak 73 C. Kelompok tani akan berupaya membantu sesuai peran kami, terutama dalam menjaga tanaman dan kawasan hutan agar tetap aman dan terpelihara,” ungkap Mukmin.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan hutan memiliki manfaat penting bagi kehidupan masyarakat sehingga perlu dijaga secara bersama-sama. Dengan komunikasi yang baik antara Perhutani dan kelompok tani, diharapkan kegiatan pengelolaan hutan dapat berjalan secara harmonis serta memberikan manfaat jangka panjang.

Kegiatan komunikasi sosial tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan dalam mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Melalui persiapan yang matang, keterlibatan kelompok tani, serta kepedulian terhadap keamanan dan kelestarian kawasan, tanaman Jati tahun 2026 di petak 73 C RPH Sepreh diharapkan dapat tumbuh optimal dan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan fungsi hutan.

Perhutani KPH Purwodadi terus mendorong komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar hutan sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, aman, produktif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

 Editor  : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *