Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Komunikasi Sosial Bersama Pemerintah Desa dan Warga Dokoro Cegah Gukamhut dan Karhutla

PURWODADI, PERHUTANI (23/09/2026) |  Perum Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Tumpuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah desa, aparat kewilayahan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta masyarakat sekitar hutan dalam upaya mencegah gangguan keamanan hutan (gukamhut) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan komunikasi sosial tersebut dilaksanakan bersama Kepala Desa Dokoro Masrukin, Babinsa Desa Dokoro Sertu Sutejo, PLMDH Dokoro Hutan Lestari Ponco Wicaksono, serta warga Dusun Dempel, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, pada Rabu (23/09).

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah kerja BKPH Tumpuk tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Perhutani menyampaikan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan hutan serta mengantisipasi ancaman karhutla, terutama pada kondisi cuaca yang cenderung kering.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk Sudaryono menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan hutan.

“Melalui komunikasi sosial ini kami ingin memperkuat sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, TNI, LMDH dan masyarakat. Keamanan hutan dan pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh Perhutani sendiri, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun titik api,” ujarnya Sudaryono.

Sudaryono menambahkan, keberadaan masyarakat sekitar hutan memiliki peran strategis sebagai mitra Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, komunikasi yang terjalin secara baik akan memudahkan koordinasi apabila terjadi persoalan di lapangan, sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.

“Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Hutan yang aman dan lestari akan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga hutan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Dokoro Sertu Sutejo menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung langkah Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan dan mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, koordinasi lintas sektor dan komunikasi dengan masyarakat perlu terus dilakukan agar potensi gangguan dapat diketahui sejak dini.

“Kami siap bersinergi dengan Perhutani, pemerintah desa, LMDH dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, termasuk kawasan hutan. Kami mengajak warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat adanya indikasi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan, sehingga dapat ditangani bersama sejak awal,” ungkapnya Sertu Sutejo.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Dokoro Masrukin menyampaikan dukungannya terhadap upaya Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan. Ia mengajak seluruh warga Desa Dokoro, khususnya masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, untuk ikut menjaga keamanan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kebakaran.

“Kami mendukung penuh upaya Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Pemerintah desa akan terus mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan, tidak membuang atau membakar sesuatu yang dapat memicu kebakaran, serta segera berkoordinasi apabila menemukan kejadian yang mencurigakan di kawasan hutan,” katanya Masrukin.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lingkungan kering. Selain pencegahan kebakaran, masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga tanaman dan tegakan hutan dari berbagai bentuk gangguan, termasuk pencurian, perusakan, maupun aktivitas lain yang dapat mengancam kelestarian kawasan hutan.

Komunikasi sosial ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan sekaligus memperkuat sistem kewaspadaan dan pencegahan berbasis masyarakat. Dengan terbangunnya komunikasi yang intensif, setiap potensi gangguan keamanan hutan dan karhutla diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan terkoordinasi.

Melalui sinergi Perhutani, pemerintah desa, TNI, LMDH dan masyarakat, kawasan hutan di wilayah Desa Dokoro diharapkan tetap aman, terjaga dan lestari sehingga mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, serta ekonomi secara berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *