PURWODADI, PERHUTANI (24/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Linduk melaksanakan apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai langkah preventif menghadapi potensi kebakaran di kawasan hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Induk Petak 164 BKPH Linduk, Kamis (24/09).
Apel kesiapsiagaan ini dihadiri Kapolsek Grobogan AKP Abdul Kadir, Kanitreskrim Polsek Grobogan Ipda Kusmanto, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kecamatan Grobogan Serma Suyono, jajaran Perhutani BKPH Linduk, PLMDH Jatiluhur serta masyarakat Desa Linduk. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan bersama dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, serta penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam apel tersebut, peserta mendapatkan arahan mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Kesiapsiagaan dilakukan melalui pemantauan kawasan hutan secara berkala, patroli pada lokasi yang dianggap rawan, serta meningkatkan komunikasi antara petugas Perhutani, aparat keamanan, lembaga masyarakat desa hutan dan masyarakat sekitar hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Linduk M. Bagus Nurul Iman menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh unsur yang berada di sekitar kawasan hutan memiliki kesiapan dalam mencegah terjadinya Karhutla.
“Kesiapsiagaan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan kepedulian dan sinergi seluruh pihak. Melalui apel ini kami mengingatkan kembali kepada jajaran dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan secara rutin serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ungkapnya M Bagus Nurul Iman.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dikedepankan karena kebakaran hutan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, mengganggu ekosistem serta mengancam keberlangsungan tanaman dan sumber daya hutan. Oleh karena itu, perlindungan hutan menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.
“Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Hutan memiliki fungsi ekologis, sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, selain kesiapsiagaan terhadap Karhutla, kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan hutan, tidak melakukan pembakaran sembarangan dan ikut mengawasi kawasan hutan,” tambah M Bagus Nurul Iman.
Kapolsek Grobogan AKP Abdul Kadir menyampaikan bahwa pihak kepolisian siap mendukung langkah Perhutani dalam pencegahan Karhutla melalui koordinasi, patroli bersama dan peningkatan komunikasi dengan masyarakat.
“Kami dari Polsek Grobogan siap bersinergi dengan Perhutani, TNI, PLMDH dan masyarakat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan meningkatkan patroli dan kepedulian masyarakat. Apabila ada kejadian maupun potensi kebakaran, segera diinformasikan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” ujarnya AKP Abdul Kadir.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama penggunaan api di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.
Sementara itu, warga Desa Linduk Mugiyono menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan kesiapsiagaan yang dilaksanakan bersama tersebut. Menurutnya, masyarakat sekitar hutan memiliki peran penting dalam membantu menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran maupun gangguan lainnya.
“Kami masyarakat Desa Linduk siap membantu Perhutani dan aparat dalam menjaga hutan. Kami akan ikut mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya api atau kejadian yang dapat membahayakan hutan,” katanya Mugiyono.
Apel kesiapsiagaan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun kesadaran bersama bahwa upaya menjaga hutan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antara Perhutani, TNI-Polri, PLMDH dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan sistem perlindungan hutan yang responsif dan berkelanjutan.
Dengan kesiapan personel, penguatan patroli, komunikasi yang cepat serta keterlibatan aktif masyarakat, Perhutani KPH Purwodadi berharap potensi Karhutla di wilayah BKPH Linduk dapat ditekan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mempertahankan kelestarian hutan agar tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : Diono













Leave a Reply