Jaga Hutan Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga, Perhutani Perluas Kolaborasi

BALAPULANG (1/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi sosial dan interaksi secara langsung dengan masyarakat untuk mencari titik temu yang saling memberikan manfaat.

Perhutani KPH Balapulang melakukan kolaborasi di berbagai tingkatan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengamanan aset negara berupa kawasan hutan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat sekitar hutan untuk memperoleh manfaat ekonomi secara bertanggung jawab.

Wakil Administratur KPH Balapulang La Ode Sahara saat melaksanakan komunikasi sosial di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menyampaikan bahwa Perhutani memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengelola kawasan hutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Perhutani bukan pemilik hutan. Kami adalah penjaga hutan yang bertugas membangun hutan dan menjaga kelestariannya, di samping melaksanakan kegiatan produksi kayu melalui penebangan sesuai dengan aturan yang ada. Masyarakat harus dikedepankan dalam pengelolaan hutan, mulai dari penanaman, pemanenan, hingga pemanfaatan lahan di bawah tegakan (PLDT),” ujar La Ode Sahara.

Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menciptakan rasa tanggung jawab bersama terhadap keberadaan dan kelestarian kawasan hutan.

Kepala Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Ratim, menyampaikan bahwa keberadaan Perhutani memberikan manfaat terhadap perekonomian masyarakat sekitar hutan. Selain mengelola lahan melalui kegiatan tumpangsari, masyarakat juga memanfaatkan kayu bakar dari kegiatan penebangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Keberadaan Perhutani sangat mendukung perekonomian warga sekitar. Selain warga menggarap lahan tumpangsari, banyak juga yang memanfaatkan kayu bakar saat ada kegiatan penebangan. Alhamdulillah, hal tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi warga kami,” pungkas Ratim.

Melalui komunikasi sosial dan kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Perhutani KPH Balapulang berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah di berbagai tingkatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. (BPL/Jul).

Editor : Febby

Copyright@2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *