Antisipasi Kebakaran Hutan, Perhutani Gelar Sosialisasi Dan Pembinaan Di Paguyangan

PEKALONGAN BARAT (03-10-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paguyangan terus membangun sinergi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Paguyangan. Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada warga Dukuh Cigobang, Desa Kedungoleng, dan Dukuh Sesepan, Desa Pruwatan, dalam rangka mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan garapan di kawasan hutan Petak 39 RPH Cipanas. Kegiatan dilaksanakan di Markas Polsek Paguyangan pada Jumat (02/10).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paguyangan beserta jajaran, Camat Paguyangan, Kapolsek Paguyangan, Komandan Koramil Paguyangan, Kepala Desa Kedungoleng, dan Kepala Desa Pruwatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa sekitar hutan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan, khususnya dalam menghadapi potensi karhutla serta aktivitas garapan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani bersama Forkopimcam Paguyangan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan karhutla, antara lain tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan.

Selain mitigasi karhutla, masyarakat juga diberikan pembinaan terkait keberadaan garapan di Petak 39 RPH Cipanas. Perhutani mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan pembinaan agar masyarakat memahami fungsi kawasan hutan serta pentingnya menjaga kelestarian hutan secara bersama-sama.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paguyangan, Sasmito, menyampaikan bahwa sinergi dengan Forkopimcam dan masyarakat desa hutan merupakan langkah penting dalam menciptakan kondisi hutan yang aman, tertib, dan lestari.

“Melalui komunikasi dan pembinaan secara berkelanjutan, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga hutan. Pencegahan karhutla dan penanganan garapan membutuhkan dukungan serta kepedulian semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, unsur Forkopimcam Paguyangan melalui Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, menyampaikan dukungannya terhadap langkah Perhutani dalam melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat. Kolaborasi lintas sektoral tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan karhutla sekaligus menjaga keamanan kawasan hutan.

Perhutani KPH Pekalongan Barat akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta masyarakat desa hutan guna mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Pkb/Sgy)

Editor: Febby

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *