PEKALONGAN TIMUR (09/10/2026) | Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui BKPH Kesesi terus meningkatkan pengawasan terhadap penerimaan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya getah pinus. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung proses penerimaan getah pinus di Tempat Pengumpulan Getah (TPG) yang berada di wilayah kerja BKPH Kesesi.
Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya memastikan proses penerimaan getah pinus berjalan tertib, sesuai prosedur, dan tercatat dengan baik. Pengawasan di lapangan penting untuk menjaga akurasi data produksi sekaligus memastikan hasil sadapan yang dikumpulkan para penyadap diterima dan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kesesi, Kuwat Siswanto, hadir untuk menyaksikan secara langsung proses penerimaan getah pinus di TPG. Kehadiran pimpinan lapangan ini menunjukkan komitmen jajaran BKPH Kesesi dalam memantau aktivitas produksi getah, mulai dari proses penyadapan hingga penerimaan di TPG.
Kegiatan tersebut juga melibatkan tenaga alih daya, Naufal Huda, yang mendampingi pelaksanaan pemantauan di lapangan. Keterlibatannya diharapkan dapat mendukung ketertiban proses kegiatan serta kelancaran pemantauan penerimaan getah pinus.
Pemantauan penerimaan getah di TPG juga menjadi sarana untuk memastikan hasil sadapan yang dibawa para penyadap ditangani dengan baik. Proses penerimaan yang tertib diharapkan dapat mendukung pencatatan produksi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper BKPH Kesesi, Kuwat Siswanto, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap penerimaan getah pinus merupakan bagian penting dalam pengelolaan produksi. Menurutnya, kegiatan pemantauan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan tata kelola yang telah ditetapkan.
“Pemantauan di TPG perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan penerimaan getah berjalan tertib dan pencatatan produksinya akurat. Kami juga terus mendorong petugas dan tenaga lapangan agar menjaga komunikasi dengan para penyadap sehingga setiap proses dapat berjalan dengan baik,” ujar Kuwat Siswanto.
Selain memantau penerimaan getah, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara petugas Perhutani, tenaga lapangan, dan para penyadap. Komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul selama proses produksi dan penerimaan getah.
Pengelolaan getah pinus merupakan salah satu kegiatan penting dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah KPH Pekalongan Timur. Oleh karena itu, pengawasan secara berkelanjutan diperlukan agar kegiatan penyadapan dan penerimaan hasil produksi berjalan efektif dengan tetap memperhatikan kelestarian tegakan pinus.
Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui BKPH Kesesi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan pemantauan kegiatan produksi di lapangan. Pemantauan langsung di TPG diharapkan dapat mendukung tata kelola produksi getah pinus yang semakin tertib, transparan, dan akuntabel.
Melalui sinergi antara jajaran Perhutani, tenaga alih daya, dan para penyadap, kegiatan produksi getah pinus di wilayah BKPH Kesesi diharapkan dapat terus berjalan optimal. Peningkatan produksi, penguatan tata kelola, dan pelestarian hutan akan terus menjadi prioritas. (Pkt/Ran)
Editor: Intan
Copyright © 2026,













Leave a Reply