Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Komunikasi Sosial Bersama Purna Rimbawan, Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) |  Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat komunikasi sosial dengan berbagai unsur masyarakat dalam upaya menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Salah satunya melalui komunikasi sosial bersama Purna Rimbawan Perhutani Jarminto, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Purwo, pada Senin (05/09).

Kegiatan komunikasi sosial tersebut menjadi sarana untuk bertukar informasi sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan agar turut berperan aktif dalam menjaga keamanan hutan, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kesempatan tersebut, Jarminto bersama jajaran Perhutani KPH Purwodadi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan hutan, serta selalu memastikan setiap aktivitas yang menggunakan api dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan.

Selain membahas pencegahan kebakaran, komunikasi sosial juga membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan tanaman. Jajaran Perhutani mendorong agar pekerjaan persiapan tanaman, antara lain pembuatan acir dan lubang cemplong, dapat segera diselesaikan sesuai tata waktu yang telah ditentukan. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan kegiatan penanaman serta memastikan kegiatan pengelolaan hutan berjalan sesuai rencana.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa komunikasi sosial bersama Purna Rimbawan merupakan langkah penting untuk memperkuat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan hutan.

“Komunikasi sosial ini menjadi bagian dari upaya kami membangun sinergi dan menyatukan langkah dalam menjaga keamanan serta kelestarian hutan. Pada musim kemarau, kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan di sekitar kawasan hutan,” ungkapnya Susilo.

Susilo menambahkan, keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar hutan. Untuk itu, percepatan pekerjaan persiapan tanaman seperti pembuatan acir dan lubang cemplong perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan penanaman dapat berjalan tepat waktu.

“Persiapan tanaman harus diselesaikan sesuai tata waktu. Pembuatan acir dan lubang cemplong merupakan tahapan penting untuk mendukung kegiatan penanaman. Dengan persiapan yang baik, diharapkan tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat bagi kelestarian ekosistem hutan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Sementara itu, Purna Rimbawan Perhutani Jarminto menyampaikan bahwa pengalaman selama menjalankan tugas di lapangan menjadi bekal penting untuk terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan hutan dan masyarakat di sekitarnya.

“Sebagai Purna Rimbawan, kami tetap memiliki kepedulian terhadap hutan. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keamanan hutan. Karena itu, pada musim kemarau ini mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok yang dapat menjadi sumber api,” tuturnya Jarminto.

Jarminto juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan pekerjaan persiapan tanaman tepat waktu. Menurutnya, pembuatan acir dan lubang cemplong yang dilakukan sesuai tata waktu akan membantu kelancaran kegiatan penanaman sekaligus mendukung keberhasilan tanaman dalam membangun tegakan hutan yang sehat dan produktif.

“Menjaga hutan merupakan pekerjaan bersama dan membutuhkan kepedulian yang terus menerus. Hutan yang aman dari kebakaran dan dikelola dengan baik akan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara Perhutani, masyarakat serta para pihak harus terus dijaga,” jelasnya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap terbangun kesadaran bersama bahwa menjaga hutan bukan hanya dilakukan ketika terjadi gangguan, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sinergi antara Perhutani, Purna Rimbawan dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan, mendukung kelancaran kegiatan tanaman, serta menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, kelestarian hutan dapat terus dipertahankan sehingga manfaat ekologis, sosial dan ekonomi hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *