Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Pembinaan Pesanggem untuk Dukung Keberhasilan Tanaman dan Cegah Karhutla

PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat komunikasi sosial dan pembinaan kepada masyarakat penggarap hutan atau pesanggem sebagai bagian dari upaya menjaga keberhasilan tanaman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan jajaran Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon bersama pesanggem di petak 125 A, seluas 6,4 hektare, RPH Sengker, BKPH Jatipohon, pada Senin (05/10).

Kegiatan komunikasi sosial dan pembinaan tersebut difokuskan pada evaluasi kondisi tanaman jati tahun 2023, pemeliharaan tanaman, serta penguatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam kesempatan itu, petugas Perhutani berdialog langsung dengan pesanggem untuk menyampaikan pentingnya menjaga tanaman agar dapat tumbuh secara optimal serta memahami tanggung jawab bersama dalam melindungi kawasan hutan.

Melalui komunikasi sosial yang dilakukan secara langsung di lapangan, Perhutani memberikan arahan kepada pesanggem agar senantiasa melaksanakan pemeliharaan tanaman sesuai ketentuan, menjaga kebersihan sekitar tanaman, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan sumber api di kawasan hutan. Pesanggem juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon Tutut Sugianto menyampaikan bahwa keberhasilan tanaman tidak hanya ditentukan oleh kegiatan penanaman, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan.

“Komunikasi sosial dan pembinaan kepada pesanggem ini menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberhasilan tanaman jati tahun 2023. Kami mengajak pesanggem untuk bersama-sama merawat tanaman, menjaga kebersihan kawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama pada kondisi cuaca yang kering,” ujarnya Tutut Sugianto.

Menurutnya, keterlibatan pesanggem memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Hubungan yang baik antara Perhutani dan masyarakat melalui komunikasi yang rutin diharapkan mampu menciptakan kepedulian bersama terhadap keamanan dan kelestarian hutan.

Sementara itu, pesanggem petak 125 A RPH Sengker Suryanto menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung Perhutani dalam menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Menurutnya, keberhasilan tanaman menjadi kepentingan bersama karena hutan yang terawat dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kami siap menjaga tanaman jati yang ada di petak ini, termasuk melakukan pemeliharaan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran. Kami juga akan berusaha mengingatkan sesama pesanggem agar tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan,” ungkapnya Suryanto.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan pesanggem dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari. Dengan komunikasi sosial yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini dan keberhasilan tanaman dapat terus dipertahankan.

Perhutani KPH Purwodadi berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat sekitar hutan. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada keberhasilan tanaman, tetapi juga pada terjaganya keamanan kawasan, pencegahan karhutla, serta keberlangsungan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dan sumber manfaat bagi generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *