Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Sinergi dengan TNI-Polri Antisipasi Karhutla dan Gangguan Keamanan Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) |  Dalam rangka memperkuat keamanan kawasan hutan sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon melaksanakan koordinasi bersama unsur TNI-Polri di wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Senin (05/10).

Kegiatan koordinasi tersebut dilakukan bersama Bhabinkamtibmas Desa Sumberjatipohon Brigpol Choirul Hakim dan Babinsa Desa Sumberjatipohon Sertu Soepamin. Pertemuan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam menjaga keamanan hutan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya pada kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Dalam koordinasi tersebut, jajaran Perhutani BKPH Jatipohon bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa membahas langkah-langkah pencegahan gangguan keamanan hutan, pemantauan kawasan secara berkala, serta pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa koordinasi dengan unsur TNI-Polri merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem pengamanan hutan sekaligus membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Koordinasi dan komunikasi dengan Bhabinkamtibmas serta Babinsa menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Kami terus mendorong sinergi dan kepedulian bersama untuk melakukan pencegahan sejak dini, terutama terhadap potensi kebakaran hutan dan gangguan keamanan lainnya. Dengan komunikasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ungkap Tutut Sugianto.

Ia menambahkan, upaya menjaga hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat dan aparat di tingkat desa. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan, menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan Karhutla.

“Selain aspek keamanan, yang tidak kalah penting adalah menjaga kelestarian hutan. Hutan memiliki fungsi ekologis yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, pencegahan kebakaran dan gangguan keamanan harus dilakukan secara bersama-sama agar keberadaan hutan tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tambahnya Tutut Sugianto.

Sementara itu, Babinsa Desa Sumberjatipohon Sertu Soepamin menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan dan melakukan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi Karhutla.

“Kami dari unsur kewilayahan siap bersinergi dengan Perhutani dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan hutan. Kami akan terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawasan hutan, khususnya tidak melakukan pembakaran yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan lebih baik dilakukan sejak dini melalui komunikasi dan kepedulian bersama,” ujarnya Sertu Soepamin.

Sertu Soepamin juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan. Menurutnya, keberadaan hutan yang aman dan lestari akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan maupun mendukung kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Melalui kegiatan koordinasi tersebut, Perhutani KPH Purwodadi bersama TNI-Polri berkomitmen memperkuat sinergi, komunikasi, dan kewaspadaan dalam menjaga keamanan kawasan hutan BKPH Jatipohon. Langkah preventif dan kolaboratif tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan keamanan hutan serta mencegah terjadinya Karhutla, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *