PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung melaksanakan sosialisasi pekerjaan tanaman tahun 2026 bersama para pesanggem di petak 66 B, 67 B, 71 C, 83 B, 84 B, dan 84 C-1, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dersemi, pada Senin (07/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam membangun pemahaman dan kesepahaman bersama pesanggem mengenai pelaksanaan pekerjaan tanaman tahun 2026. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penjelasan terkait tahapan pekerjaan tanaman, tata cara pelaksanaan di lapangan, pemeliharaan tanaman, serta pentingnya keterlibatan pesanggem dalam menjaga keberhasilan tanaman hingga tumbuh optimal.
Jajaran Perhutani BKPH Bandung juga mengajak para pesanggem untuk tidak hanya berperan dalam pelaksanaan pekerjaan tanaman, tetapi turut menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Pesanggem diharapkan dapat ikut melakukan pengawasan secara bersama-sama, mencegah gangguan terhadap tanaman serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada kondisi musim kemarau.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa sosialisasi merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh pesanggem memahami pekerjaan tanaman yang akan dilaksanakan sehingga kegiatan di lapangan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin membangun pemahaman yang sama dengan para pesanggem mengenai pekerjaan tanaman tahun 2026, mulai dari pelaksanaan, pemeliharaan hingga pengamanan tanaman. Keberhasilan tanaman bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama, termasuk para pesanggem yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan,” ujarnya Arie Gunawan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan hutan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tanaman yang ditanam harus dirawat dan dijaga agar dapat tumbuh dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat ekologis maupun sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
“Perhutani terus mendorong pola kerja sama yang baik dengan masyarakat. Kami berharap pesanggem dapat menjadi mitra dalam menjaga tanaman dan kawasan hutan, karena hutan yang lestari akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” tambah Arie.
Sementara itu, Supardi, salah satu pesanggem petak 66 B RPH Dersemi, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, penyampaian informasi secara langsung dari jajaran Perhutani membuat para pesanggem lebih memahami tanggung jawab dalam mendukung keberhasilan pekerjaan tanaman.
“Kami mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai pekerjaan tanaman tahun 2026 dan bagaimana tanaman harus dijaga setelah ditanam. Kami siap bekerja sama dengan Perhutani, merawat tanaman, serta ikut menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari,” ungkapnya Supardi.
Sosialisasi tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara Perhutani dengan pesanggem sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat. Dengan adanya koordinasi dan pemahaman bersama sejak awal, diharapkan pelaksanaan pekerjaan tanaman tahun 2026 dapat berjalan tertib, efektif dan menghasilkan tegakan hutan yang sehat.
Perhutani KPH Purwodadi terus menempatkan keberhasilan tanaman sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga kesinambungan fungsi hutan. Melalui sinergi antara jajaran Perhutani dan masyarakat sekitar hutan, pembangunan tanaman diharapkan tidak hanya memenuhi target pekerjaan, tetapi juga mampu mendukung kelestarian hutan, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan manfaat hutan bagi generasi mendatang.
Editor : Diono
















Leave a Reply